Jakarta, (berita2.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis pada pembukaan pasar mendekati angka 2.600 karena pelaku aktif membeli saham unggulan menyusul membaiknya bursa regional.
Indeks BEI naik 0,69 persen atau 17,612 poin menjadi 2.538,107 dan indeks LQ-45 menjadi 512,968, meningkat 3,732 atau naik 0,79 persen.
Analis PT Valbury Asia Securities, Michael Andi Surya di Jakarta, Kamis (17/12) mengatakan, indeks BEI diperkirakan akan dapat mencapai 2.600 poin pada akhir tahun ini, karena pelaku pasar makin aktif membeli saham.
Pembelian saham oleh pelaku pasar berlanjut sehingga indeks BEI terus mengalami kenaikan. Kenaikan indeks BEI, karena pelaku pasar masih optimis pasar modal Indonesia tetap memberikan keuntungan yang lebih baik, meski ada kasus Bank Century yang diperkirakan akan berlangsung lama.
Apabila kasus Bank Century berjalan alot, maka dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran pertumbuhan ekonomi nasional, ujarnya.
Indonesia, lanjut Michael Andi Surya merupakan negara yang ekonomi nya diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibanding tahun ini.
Karena itu pelaku pasar asing berharap agar pemerintah dapat menuntaskan masalah itu dengan cepat agar pelaku asing tetap bermain di pasar domestik, ucapnya.
Pelaku asing, menurut dia masih tetap bermain di pasar domestik, namun apabila mereka kenyamanannya terusik dengan kasus-kasus yang terjadi di dalam negeri, maka dikhawatirkan mereka akan meninggalkan pasar.
"Kami ingin pemerintah dapat mengatasi dan menjaga agar kondisi pasar positif, sehingga tidak ada cash inflows yang terjadi akhir-akhir ini," katanya.
Saham yang naik antara lain Astra Internasional Rp900 menjadi Rp35.940, saham Telkom menguat Rp350 menjadi Rp10.200, dan saham United Tractor naik Rp150 menjadi Rp15.850. Selain itu, Bukit Asam menguat Rp200 menjadi Rp17.700 dan saham Astra Agro Lestari bertambah Rp150 menjadi Rp24.200.(*/wan)
















