berita2.com (Kupang, NTT): Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, meminta masyarakat di daerah tersebut mendukung masuknya investasi swasta, demi menunjang percepatan pembangunan.
“Pemerintah daerah tidak bisa mengandalkan kemampuannya sendiri untuk membangun wilayahnya. Di tengah keterbatasan dana pemerintah , investasi swasta sangat dibutuhkan dan mutlak perlu,” kata Lebu Raya, di Kupang, Kamis 17 Februari 2011.
Menurut Lebu Raya, masalah paling pelik yang dihadapi invesator saat hendak menanamkan modalnya di suatu daerah adalah lahan. Di NTT, kepemilikan lahan secara komunal juga merupakan persoalan tersendiri.
Lebu Raya meminta pengertian baik dari masyarakat, sehingga jika ada masalah lahan diselesaikan dengan baik dan tidak dengan serta-merta menolak kehadiran sebuah investasi.
“Minimnya investasi di NTT karena status lahan yang tidak jelas sudah bukan rahasia lagi. Ada begitu banyak potensi yang dilirik investor luar namun mereka terkendala masalah lahan. Karena itu, butuh komitmen dan dukungan riil dari masyarakat, untuk pengembangan investasi di daerah ini,” ujarnya.
Dia mencontohkan, komitmen pemerintah pusat menjadikan NTT sebagai salah satu industri garam nasional, akan tewujud secepatnya, jika mendapat dukungan masyarakat. Pemerintah telah menetapkan dua daerah di Indonesia sebagai pusat industri garam nasional yakni NTT dan Madura.
"Kita di NTT harus siap menjadi salah satu daerah industri garam nasional dengan masuknya investasi swasta ke daerah ini ," katanya.
Dia mengatakan, pemerintah saat ini mulai mendata lahan di sejumlah lokasi untuk segera dibebaskan, seperti di kawasan Teluk Kupang, sebanyak 3.700 hektare dari 5.000 hektare areal tambak garam di teluk itu yang pernah akan dikelola oleh sebuah perusahaan asal Jakarta pada 1984 yakni PT Guna Ganda Semesta. Hak guna usaha yang dimilik perusahaan itu selama 30 tahun.
"Khusus lahan di Teluk Kupang, kita sudah melaporkan kepada BPN (Badan Pertanahan Nasional). Sesuai PP 11 , karena hingga saat ini tidak aktivftas di lokasi itu , BPN bisa melakukan penertibkan ," katanya.
Menurut Gubernur Lebu Raya , masyarakat harus mendukung industri garam secara besar-besaran kemungkinan di kembangkan di wilayah Kabupaten Kupang, Nagekeo, dan Ende, yang akan menyerap banyak tenaga kerja . Pasalnya, tiga daerah itu memiliki areal yang sangat luas, sedangkan kabupaten lainnya dikembangkan dalam skala kecil.
Di Kabupaten Nagekeo, kata Lebu Raya, lahan yang sudah disiapkan mencapai 1.247 hektare terdapat di empat lokasi yakni Kelurahan Mbay II seluas 300-457 hektare, Desa Maropokot 300 hektare, dan Desa Nggolonio 190 hektare. Pemerintah Kabupaten Ngada juga sudah menandatangani kerja sama dengan Cheetham Salt Ltd asal Australia untuk membangun industri garam di daerah dengan luas tambak 1.247 hektare.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya