Jakarta, (berita2.com): Bank Mandiri menyalurkan kredit sindikasi senilai Rp1,28 triliun ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung (2x100 MW) dan Pangkalan Susu, Sumatera Utara (2x200 MW).
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri I Wayan Agus Mertayasa, di Jakarta, Rabu mengungkapkan, kredit investasi sindikasi untuk pembangunan kedua PLTU itu termasuk dalam program "PLN`s Fast Track 10.000 MW" yang mendapat jaminan dari pemerintah.
"Kredit sindikasi itu berjangka waktu 10 tahun sejak perjanjian kerjasama ditandatangani. Kredit sindikasi itu akan ditandatangani siang ini (Rabu, 14/10)," ujar Agus Mertayasa dalam sebuah keterangan pers.
Agus Mertayasa menjelaskan, total kredit yang diberikan untuk pembangunan kedua pembangkit tersebut sebesar Rp3,94 triliun atau setara dengan 328,48 juta dolar AS untuk pembiayaan porsi valas dari kedua proyek pembangkit tersebut.
Selain Mandiri, bank lain yang bergabung dalam penyaluran kredit sindikasi itu adalah BRI dengan porsi kredit Rp1,38 triliun dan BNI sebesar Rp1,28 triliun.
Menurut catatan, Bank Mandiri sebelumnya sudah menyalurkan kredit sebesar Rp1,13 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Labuan (2x315 MW), Indramayu (3x330 MW), dan Rembang (2x315 MW).
Dari proyek tersebut, posisi kredit yang sudah ditarik oleh PLN mencapai Rp 711,5 miliar per Juni 2009.
"Mandiri berkomitmen terus mendukung pengembangan infrastruktur kelistrikan supaya kebutuhan listrik di berbagai wilayah di Indonesia bisa terpenuhi, sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi tingkat kesejahteraan masyarakat," tambah Agus Mertayasa. (*SS)