Jakarta, (berita2.com): PT Freeport Indonesia merencanakan produksi emas sebanyak 1,941 juta troy ounces emas atau setara dengan 60,4 ton dan 1,424 miliar pounds tembaga atau 635.000 ton tahun 2010.
Presiden Direktur Freeport Indonesia, Armando Mahler, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu, mengatakan, produksi tersebut turun dibandingkan pada tahun 2009.
"Pada 2009, produksi emas diproyeksikan mencapai 2,785 juta troy ounces dan tembaga 1,596 miliar pounds," katanya.
Menurut dia, proyeksi produksi 2009 itu lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 1,459 miliar pounds tembaga dan 2,279 juta troy ounces emas.
Ia mengatakan, Freeport merencanakan pemrosesan bijih di pabrik pengolahan sebanyak 235.000 ton per hari dengan kadar tembaga 0,9 persen dan emas 0,9 gram per ton.
Bijih tersebut berasal dari tambang terbuka Grasberg sebanyak 155.000 ton per hari dan bawah tanah DOZ 80.000 ton per hari.
"Hasil pengolahan bijih ini akan menghasilkan konsentrat dengan kadar tembaga rata-rata 26,5 persen dan kadar emas 24,7 gram per ton," katanya.
Armando juga mengatakan, pada 2009, laba bersih diproyeksikan mencapai 2,33 miliar dolar AS atau naik dibandingkan tahun 2008 yang hanya 934,8 juta dolar AS.
Peningkatan laba tersebut karena baik produksi maupun harga tembaga dan emas mengalami kenaikan sekitar pertengahan 2009 seiring membaiknya ekonomi global.
"Harga tembaga rata-rata 2009 mencapai 2,45 dolar AS per pounds dan emas 953 dolar AS per troy ounces," katanya.
Peraihan laba tahun 2008 itu juga merosot drastis dibandingkan 2007 yang mencapai 2,05 miliar dolar AS akibat harga tembaga yang turun mengikuti krisis global.
Armando menambahkan, nilai investasi Freeport tahun 2009 diperkirakan mencapai 292 juta dolar.
Status cadangan terbukti bijih per 31 Desember 2008 tercatat 2,66 miliar ton dengan kadar tembaga 1,01 persen, emas 0,89 gram per ton, dan perak 4,26 gram per ton.
Dari cadangan tersebut, kandungan logam tembaga mencapai 59,3 miliar pounds atau setara dengan 26,9 juta ton, emas 76,1 juta troy ounces atau 2.368 ton dan perak 365,3 juta troy ounces atau 11.361 ton.
Cadangan terbukti itu berasal dari Grasberg, DOZ/Ertsberg Stockwork Zone, Deep Mill Level Zone, Big Gossan, dan Kucing Liar.
Saat ini, sebanyak 41 persen dari total konsentrat yang dihasilkan buat memenuhi kebutuhan domestik.
Sisanya, diekspor ke Swedia, Jerman, Finlandia, Bulgaria, China, Filipina, Korea, India, Jepang, dan Spanyol.
Konsentrat di dalam negeri dimurnikan di pabrik milik PT Smelting Gresik dengan kapasitas produksi 270.000 ton tembaga murni (copper cathode).(*/wan)