Singapura, (berita2.com): Singapura pada Kamis (19/11) menyatakan resesi parah berakhir ketika data menunjukkan perekonomiannya tumbuh untuk kuartal berturut-turut kedua dalam tiga bulan hingga September.
Data resmi yang dirilis Kamis (19/11) menunjukkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 14,2 persen pada periode Juli-September berdasarkan basis tahunan kuartal ke kuartal menyusul kenaikan 21,7 persen di kuartal sebelumnya.
"Secara efektif, resesi di Singapura berakhir," kata Ravi Menon, sekretaris tetap pada Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI), dalam taklimat media.
"Perekonomian di seluruh dunia kini sedang beranjak membaik... Singapura mendapat keuntungan dari tren global dan kawasan ini."
Secara tahunan, PDB Singapura tumbuh 0,6 persen pada kuartal III dibandingkan dengan kontraksi 3,3 persen pada periode April-Juni, kata MTI dalam survei ekonomi kuartal III-nya.
Pertumbuhan tahunan 0,6 persen pada periode Juli-September merupakan data positif pertama ekonomi itu sejak kuartal III 2008, ketika negara kota itu meluncur kedalam resesi.
Pertumbuhan di kuartal III didorong oleh sektor manufaktur penting, yang mencatatkan pertumbuhan 26,6 persen berdasarkan basis kuartalan mengikuti pertumbuhan 58,5 persen pada kuartal sebelumnya, kata kementerian itu.
Sektor lain juga beralih menjadi positif seperti industri "wholesale" dan ritel, yang tumbuh 10,8 persen setelah peningkatan 7,9 persen pada kuartal II, katanya.
Industri "wholesale" dan ritel menguasai dua pertiga perekonomian.
Dalam prospeknya untuk 2010, kementerian itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi 3,0-5,0 persen sambil mempertahankan proyeksi saat ini yakni kontraksi 2,0-2,5 persen pada tahun ini.
"Perkembangan ekonomi global memberi kesan bahwa resesi telah berakhir di kebanyakan negara," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang menyertai survei kuartalan itu.
"Prospek ekonomi Singapura untuk 2010 akan terkait erat dengan konsisi global."
Perekonomian yang bergantung pada perdagangan negara kota itu merupakan yang pertama di Asia yang tenggelam dalam resesi pada tahun lalu ketika penurunan global menghantam permintaan ekspornya, khususnya dari Amerika Serikat.
Resesi terburuknya sejak memperoleh kemerdekaan pada 1965 terjadai pada 2001 ketika PDB menyusut 2,4 persen.
Pemulihan ekonomi AS dari resesinya akan menjadi kunci bagi prospek pertumbuhan Singapura, kata kementerian itu.
"Perekonomian kunci yang perlu diawasi adalah AS. Kami melihat pemulihan di sana berlanjut memasuki 2010 namun terseok-seok," kata Menon.
"Kami tidak mengharapkan permintaan swasta AS kolaps, namun... meski begitu permintaan swasta akan seret," katanya.
Perekonomian AS, pasar utama bagi perekonomian Asia yang didukung ekspor seperti Singapura, telah bangkit dari resesi berkepanjangan yang dimulai pada akhir 2007 ketika PDB-nya tumbuh 3,5 persen pada periode Juli-September.
Itu merupakan pertumbuhan ekonomi pertama perekonomian terbesar di dunia sejak kuartal II 2008 namun analis telah mengingatkan pemulihan itu masih rentan.(*/wan)