Bengkulu, (berita2.com) : Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Yohanes Noor mengatakan telah mengusulkan pengadaan dua heli ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk siaga bencana di daerah itu.
"Kami sudah usulkan pengadaan dua unit helikopter yang akan dipergunakan untuk mendukung aktivitas tanggap darurat jika sewaktu-waktu terjadi bencana,"katanya, Senin.
Helikopter tersebut akan ditempatkan di kompleks BPDP yang juga didesain sebagai pusat logistik penanggulangan bencana se-Sumatra.
Rancangan pembangunan helipad kata dia sudah dilakukan karena luas areal kompleks BPBD sangat memadai.
"Mudah-mudahan bantuan itu bisa direalisasikan pada tahun 2010 mendatang," katanya.
Yohanes mengatakan belum bisa merinci lebih jauh sfesifikasi heli yang diusulkan tersebut, karena jenis apapun yang akan diberikan akan diterima dan tergantung pada kemampuan BNPB saat ini.
Tapi diharapkan dapat memuat banyak barang, untuk pendistribusian barang saat terjadi bencana.
"Semua biaya operasional akan menjadi tanggung jawab kita, begitu juga dengan personel yang akan mengoperasikan heli itu diharapkan dari tim BPBD sendiri,"tambahnya.
Rencana lain untuk siaga bencana, BPBD juga akan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai salah satu bentuk kelengkapan pusat penanggulangan bencana.
Tim ini diambil dari berbagai personel seperti kepolisian, TNI, SAR, Orari, Medis, Tagana hingga BMG.
"Kami meproyeksikan tim ini yang akan bergerak cepat begitu ada bencana,"katanya.
Sesuai dengan surat keputusan Gubernur Bengkulu Nomor 228 tahun 2009, TRC melakukan tugas analisa kaji cepat pada saat terjadinya bencana, yaitu mengumpulkan data dan info aktual tentang bencana, serta menyiapkan data-data yang diperlukan untuk antisipasi dan normalisasi.
Lebih rinci, tugas tersebut antara lain mengkaji secara cepat dan tepat terhadap daerah yang terkena bencana melalui identifikasi terhadap, lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan dan kerugian sarana dan prasarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintah, kemampuan sumber daya alam maupun buatan serta kebutuhan mendesak dan perbaikan awal yang diperlukan.(*un)