Batam, (berita2.com) : Pemerintah Batam bekerja sama dengan pengelola Kebun Raya Bogor berencana membangun kebun raya seluas 87 hektare.
"Rencananya kebun raya itu akan di bangun di Nongsa, untuk menambah objek pariwisata," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan usai bertemu dengan pengelola Kebun Raya Bogor di Batam, Jumat.
Wali Kota mengatakan, selain menjadi objek pariwisata, kebun raya untuk pusat penelitian, pendidikan flora dan menjadi paru-paru kota.
Pembangunan kebun raya di kawasan Nongsa, kata Wali Kota, sesuai peruntukan lahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam.
"Soal lahan, kita bersinergi dengan Otorita Batamtapi RTRW, pemerintah kota yang rancang," katanya.
Mengenai dana pembangunan kebun raya, ia mengatakan bisa diupayakan dari APBD Provinsi Kepulauan Riau, APBD Kota Batam, APBN melalui pendanaan Otorita Batam.
"Kita bisa gandeng swasta," katanya.
Selain itu, ia mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan dana pihak ketiga yang ingin menananmkan modal.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tata Kota Batam Gintoyono mengatakan saat ini, pemerintah memiliki "master plan" pembangunan kebun raya dan pembangunan akan dimulai 2011.
"Yang pertama, kita buat analisis dampak lingkungan-nya dulu. Tahun 2011 kita mulai pembangunannya," kata Gintoyono.
Kepala Dinas mengatakan Batam memiliki kekayaan flora yang unik, dibanding daerah lain, karena merupakan pulau kecil, sehingga perlu dilestarikan. "Kita mempunyai Kayu Pulai, yang cukup langka," kata dia.
Kebun Raya Batam nantinya, kata dia, memiliki konsep laboratorium sekaligus tempat wisata.
Sementara itu, Kepala Kebun Raya Bogor Mustaid Siregar mengatakan pembangunan kebun raya, tidak hanya di Batam, namun juga di kota lain, seperti Balikpapan, Cibodas dan Bali.(*un)