berita2.com (Padang): Kapal cepat (Speed boat) milik PMI hantam gelombang besar disertai badai di perairan Kepuluan Mentawai, Sumatera Barat.
"Kapal Speedboat jumlah penumpang 9 orang, berangkat dari Pelabuhan Bungus Kota Padang, pada Rabu 15 Desember 2010 sekitar pukul 10.00 WIB menuju Kabupaten Mentawai,"kata Kepala Markas PMI Sumatera Barat, Hidayatul Irwan, di Padang, Kamis 16 Desember 2010.
Menurutnya, saat di tengah lautan speed boat yang mereka tumpangi dihantam gelombang besar, untung saja kapal tersebut tidak terbalik.
"Akibat dihantam badai dan gelombang besar tersebut lambung speed boat mengalami kerusakan, serta satu mesin juga rusak,"katanya.
Dia menambahkan, kapal tersebut terpaksa memakai satu unit mesin berkekuatan 200 PK (House power) untuk melanjutkan perjalan ke Mentawai.
"Kapal tersebut tiba di pelabuhan Sikakap pada Kamis (16/12) sekitar pukul 10.00 WIB,"katanya.
Dia mengatakan, 9 orang penumpang speed boat salah satunya staf dari Bank Nagari Sumbar untuk membayarkan uang bantuan bagi korban tsunami.
"Bantuan uang tersebut diserahkan langsung oleh pihak Bank Nagari kepada korban bencana tsunami di Kabupaten Kepuluan Mentawai,"katanya.
Menurutnya, uang tersebut diberikan pada korban tsunami di Kabupaten Kepuluan Mentawai untuk pembangunan Huntara di daerah Pagai Selatan.
"Tahap pertama satu unit Huntara kita berikan bantuan sebesar Rp3 juta dan kedua Rp2 juta. Totalnya Rp2,58 miliar,"katanya.
Dia menambahkan, kita menargetkan pembangunan Huntara bagi korban tsunami ini selesai sebelum perayaan Natal. "Saat ini telah berdiri rangka untuk pembangunan Huntara pada 7 Dusun di daerah Pagai Selatan,"katannya
Dia berharap, sebelum perayaan Natal hunian sementara yang dibuat PMI bisa rampung hingga 60 persen. PMI membangun sebanyak 516 Huntara akan tersebar di empat titik, yaitu 203 unit di kilometer 44, sebanyak 79 unit di kilometer 37, sebanyak 206 unit di kilometer 27 dan 28 unit di Lakau.(dheri)

















