berita2.com (Painan): Akibat cuaca buruk beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat membuat nelayan tak berani melaut. Imbasnya, harga ikan dipasaran juga turut melonjak tinggi akibat kurangnya pasokan dan nelayan setempat diancam terlilit hutang.
Nurdin (45) nelayan warga Painan Selatan ini mengatakan, sejak cuaca buruk hujan disertai angin kencang beberpa hari terakhir ini dirinya beserta nelayan lain tidak berani turun kelaut. Akibatnya, tak ada pasokan ikan yang bisa dijual di pasaran.
" Jika kondisi ini akan berlangsung lama. Dipastikan masyarakat Painan tidak bisa mendapatkan ikan di pasar. Kendati pun ada harga pasti melonjak tinggi," katanya.
Hal serupa juga disampaikan Saprul (35) nelayan warga Salido ini menuturkan, tidak menentunya kondisi cuaca selama hampir sepekan ini, membuat kebutuhan keluarga tidak terpenuhi. Karena, dirinya tak bisa melaut untuk mencari ikan memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
" Kita berharap kondisi ini tidak terus berlanjut dalam waktu lama. Jika tidak kita diancam dililit hutang banyak," harapnya.
Sementara itu, Yani (27) IRT warga Painan ini megatakan, sejak buruknya kondisi cuaca saat ini. Pasokan ikan dipasar Painan menjadi langka. Imbasnya, harga ikan melonjak tinggi hingga 3 kali lipat dari harga biasa.
" Selain itu, harga ikan kering pun turut melonjak dari harga biasa," pungkasnya.
Ditempat terpisah, Ketua Asosiasi Nelayan Painan, Syafril T alias Ombak Rancam mengatakan, jika cuaca buruk mengancam seperti saat ini. banyak nelayan tak bisa melaut. Jika pun melaut sudah pasti tidak akan mendapatkan hasil.
" Parahnya lagi, nelayan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dikarenakan, tidak bisa mencari ikan dilaut," paparnya.
Ditambahkan, hal ini menjadi tantangan bagi nelayan kedepan. Kita juga berharap kondisi seperti ini mendapat perhatian khusus dari Pemkab Pessel. Karena, rata-rata nelayan termasuk kedalam golongan ekonomi lemah. (dl)