berita2.com (batam): PT Carefour Indonesia membuka cabang ke-83 di Batam mengantisipasi besarnya animo konsumen dari Singapura dan Malaysia yang berbelanja akhir pekan di daerah ini.
"Besarnya jumlah konsumen dari Singapura dan Malaysia yang berbelanja ke Batam menjadi salah satu pertimbangan kami untuk membuka satu lagi cabang di Batam," kata External Communication Manager PT Carefour Indonesia, Hendri Satrio, kepada wartawan, Jumat (3/9/2010).
Dengan pertimbangan berbelanja di Batam lebih murah, umumnya warga Singapura dan Malaysia cendrung memborong berbagai kebutuhan pokok di daerah. Apalagi dengan letak gerai pertama di Harbour Bay Mall yang dekat dengan pelabuhan internasional menjadi nilai tambah bagi kelompok supermarket internasional yang bermarkas di Perancis tersebut.
Jumlah konsumen per hari, katanya, untuk gerai di Harbour Bay Mall mencapai 2.000 orang, dan jika akhir pekan bisa mencapai 5.000 pengunjung. Untuk itu, kata dia, Carrefour merasa perlu untuk menambah satu lagi gerainya di Batam dengan berbagai pertimbangan bisnis yang menggiurkan.
Rencananya gerai ke-83 itu nantinya akan dibuka usai lebaran tahun ini, dan beroperasi di Carrefour Kepri Mall dengan luas areal perbelanjaan sekitar 5.400 meter persegi.
Paling tidak hampir 50 ribu produk yang dijual di gerai baru tersebut, dan hampir 90% produk yang dijual adalah produk lokal, 70% pemasok berasal dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKMK).
"Sekalin promosi ke warga asing bahwa produk lokal Indonesia dapat bersaingan dengan produk luar lainnya. Ini yang menjadi landasan kami untuk selalu mencintai produk buatan dalam negeri," ujarnya.
Di tempat terpisah, ketua bidang investasi dan promosi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Sampe Siburian, mengatakan hadirnya supermarket baru di Batam memberikan arti positif bagi investor yang masuk ke Batam, sebab ini menjadi salah satu alasan mulai menggeliatnya kembali perekonomian daerah ini, yang semula sempat stagnan beberapa waktu.
"Ini menjadi bukti bahwa ekonomi di Batam, khususnya bagi pelaku UMKM terus bertahan. Hadirnya supermarket besar itu bukan tanpa pertimbangan, yang paling penting pengusaha kecil dan dibina dan diberdayakan," katanya.
Dia mengatakan hasil survei dari Kadin Kepri mendapati hampir setiap minggu warga Singapura dan Malaysia menghabiskan paling kurang sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta untuk berbelanja di Batam setiap satu kali kunjungan, itu belum lagi pendapatan dari biaya penginapan dan kuliner di Batam maupun daerah di Kepri.
"Bahkan lebih, jika akhir tahun sebagai contoh mereka lebih senang menghabiskan waktunya di Batam, paling tidak 3 hari. Berapa pendapatan yang bisa kita kumpulkan dari kunjungan mereka ke Batam," tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya