berita2.com (Tanjung Pinang): Ratusan TKI bermasalah yang diusir Pemerintah Malaysia melalui Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengharapkan pemerintah Indonesia melayangkan nota protes terhadap penghinaan yang dilakukan petugas Malaysia selama mereka di penjara.
"Kami berharap pemerintah bertindak tegas. Karena setiap hari bangsa kita dihina petugas penjara maupun polisi Malaysia selama kami ditahan," kata salah seorang TKI bermasalah, Sahiradin (39), saat tiba di pelabuhan internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Jumat (27/8/2010) malam.
Sahiradin yang berasal dari Nusa Tenggara Barat mengatakan, hinaan dan cacian setiap hari didengar oleh ratusan bahkan ribuan TKI bermasalah yang ditahan di penjara Malaysia.
"Mereka menuduh Indonesia sebagai bangsa pencuri. Padahal, merekalah pencuri karena seluruh harta benda kami diambil saat di penjara. Bukan itu saja, kami dipukul dan ditelanjangi jika sedikit melawan," ujarnya. Ia dipenjara sebulan di penjara Keluang, Johor Bahru, Malaysia dengan satu kali hukuman cambuk rotan.
TKI bermasalah asal Aceh, Jumirin, mengatakan, bendera Indonesia juga diinjak-injak petugas penjara Malaysia dengan mengeluarkan berbagai cacian. "Ini bendera Indonesia yang diinjak petugas penjara Malaysia," ujarnya sambil menunjukkan replika bendera Merah Putih kecil yang dikeluarkan dari kantong celananya.
Jumirin menyatakan, mendapat pukulan lima kali hanya gara-gara meminta obat karena sakit selama di penjara Kluang, Malaysia. "Saya hanya minta obat karena sakit. Namun, lima kali pukulan yang saya dapatkan," katanya