berita2.com (Painan): Warga Painan Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan, keluhkan suplai air bersih PDAM setempat tak mengaliri rumah warga hampir satu pekan terakhir. Akibatnya, aktivitas keseharian warga mandi,cuci dan kakus (MCK) tak berjalan normal.
Untuk memenuhi kebutuhan, warga setempat menggunakan aliran sungai batang Painan untuk memenuhi kebutuhan MCK. Yani (28) IRT warga painan ini mengatakan, hampir selama satu pekan ini air PDAM tidak mengaliri rumah. Akibatnya, aktivitas kebutuhan harian tidak terpenuhi seperti biasa.
"Sementara warga di sini menggunakan aliran sungai batang Painan untuk memenuhi kebutuhan harian," katanya kepada berita2.com di Painan, Kamis (12/8/2010).
Sementara Zainal (35) warga setempat mengungkapkan, air bersih merupakan kebutuhan pokok dalam sehari-hari. Dan kebutuhan tersebut sepanjang satu pekan terakhir ini terhenti. Akibatnya, aktivitas warga terganggu.
Kendati pun ada bantuan suplai air bersih dari mobil tanki milik PDAM. Itu pun, tidak mampu menutupi kebutuhan warga disini. "Kami harapkan keadaan ini akan segera pulih. Jika berlangsung lama dipastikan warga Painan kekeringan," katanya.
Ditempat terpisah, Direktur PDAM Painan, Murdi Tahman menjelaskan, matinya aliran PDAM dikawasan Painan dan sekitarnya dikarenakan debit air di mata air Sarabi mulai mengurang. Hal ini disebabkan, kemarau melanda Painan beberapa bulan terakhir.
"Hal ini yang mengakibatkan tersendatnya pasokan air dari PDAM. Namun, kita tengah mengupayakan pengerukan sumber mata air tersebut agar air kembali bisa mengaliri rumah warga," jelasnya.
Ditambahkan, pihak Pemkab Pessel diharapkan dengan segera menyelesaikan pembangunan menara air yang barada di bukit Timbulun. Agar, air PDAM bisa berjalan normal. (dl)

















