berita2.com (Padang): Meski pun ada himbau dan larangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, untuk tidak menjadikan balimau (mandi) dan ziarah dalam menyambut bulan suci ramadhan 1431 H. Namun, pada Selasa (10/9/2010), di Padang tetap saja dua kegiatan tersebut menjadi antusias masyarakat Sumbar.
"Kegiatan balimau dan ziarah ke makam orang yang telah meninggal, kalau diniatkan untuk menyambut Ramadhan, hukumnya haram. Sebab, tidak ada dalam Alquran dan Hadist yang menyebutkan dua kegiatan tersebut. Sebagai umat muslim, sebuah ibadah dilakukan harus berdasarkan tuntunan yang ada di dalam syariat Islam," ujar Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Gusrizal Gazahar, ketika dihubuggi melalui telepon selular.
Menurut Gusrizal, untuk mengagungkan bulan Ramadhan dianjurkan umat muslim berpuasa di bulan Sya’ban dan sambutlah Ramadhan dengan ilmu, bagaimana menjalankan puasa dengan baik. Selain itu, dalam setiap amalan tidak ada perintah, apalagi yang terkait ibadah, tertolak di sisi Allah SWT.
"Ziarah dan balimau tadi, tidak disyariatkan dalam Islam, tapi kemudian dibuat-buat dengan berkeyakinan itu adalah perintah agama, hukumnya adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Karena itu, MUI mengajak umat Islam di Sumbar dalam menyambut Ramadhan dengan tuntunan syariah. Karena itu umat Islam diperintahkan untuk tidak mandi apapun, kecuali mandi sore biasa untuk membersihkan badan," terangnya. sebutnya.
Untuk itu, kata Gusrizal, ziarah dan balimau tersebut hanya merupakan tradisi yang diwarisi bukan dari ajaran agama Islam. "Maka Tidak perlu berkilah dengan berziarah, adalah silaturahim. Hal itu, tidak ada kaitan dengan Ramadhan," sebutnya.
Walau demikian, himbauan dan larangan yang disampaikan MUI tersebut, tidak menyulutkan niat salah seorang warga, Ridho (29), mengatakan dari dulu sampai sekarang ziarah dan balimau tersebut juga sudah ada.
"Semenjak kecil, ziarah merupakan tradisi dalam menyambut bulan suci ramadhan. Hal itu, sudah turun temurun dilakukan pihak keluarga kami," ujar Ridho, warga Jati, ketika usai pulang dari pusara bapaknya, pada Senin (9/8/2010).
Selain itu, Selasa siang ini ratusan pasang muda-mudi terlihat mandi di berbagai tempat pemandian, seperti di Pantai Padang dan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hal yang sama juga dikatakan, Yulia Fitri (25), mengatakan balimau merupakan adat turun temurun dalam setiap menyambut bulan suci ramadhan.
"Balimau ini, merupakan tradisi adat dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Supaya, diri kita bersih dalam menunaikan ibadah puasa tersebut," ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

















