berita2.com (Padang): Anggota Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Sumbar, Asril Kusuma, menilai saat ini asset pemerintah provinsi Sumbar, banyak yang bermasalah. Hal itu dikatanya, sebab tidak adanya jelasan status hukum dari asset tersebut.
"Saat ini, aset Pemprov Sumbar yang dijumpai di lapangan, masih banyak yang bermasalah. Untuk itu, kita minta kepada Pemprov agar dapat membersihkannya," terang Asril, Senin (9/8/2010).
Dijelaskan Asril, yang juga anggota Komisi I DPRD Sumbar membidangi pemerintahan dan pertanahan, mengatakan kerapian asset pemprov itu sendiri sangat berguna bagi penilaian laporan keuangan kepala daerah.
"Kita melakukan ini, agar persoalan aset ini dapat diselesaikan. Kalau memang bermasalah hukum, maka kita selesaikan ke pengadilan, atau kalau diputus hibah harus dijelaskan, jangan dibiarkan menggantung seperti sekarang ini," ujarnya.
Kejelasan aset pemprov ini dimaksudkan, kata Asril, agar gubernur baru nanti tidak dibebani oleh persoalan terkait asset Sumbar. Selain itu, kepastian hukum dari asset pemprov tersebut, akan memberikan ruang bagi Gubernur Sumbar terpilih hasil Pemilukada lalu, untuk menata dan memfungsikan asset tersebut.
"Kalau persoalan asset ini dibiarkan berlarut-larut, tanpa ada kepastian hukum. Maka akan mengancam penilaian BPK terhadap pengelolaan keuangan daerah ini dengan status discalimer terus," ujarnya.
Saat ini, kata Asril, Komisi I DPRD Sumbar memfokuskan dalam satu bulan ini persoalan aset pemprov Sumbar ini tuntas. "Kita menargetkan status hukum asset yang bermasalah itu, sudah tuntas setelah Idul Fitri nanti," ujarnya.
Melihat rumitnya persolan asset peemrintah Sumbar itu, Asril menilai kinerja Pemprov Sumbar selama ini belum di track yang benar. Hal ini terbuktin dengan adanya penilaian disclaimer laporan penggunaan keuangan APBD Sumbar 2009 oleh BPK.
"Hal itu sudah membuktikan bahwa banyaknya temuan tertib keungan dan administrasi asset amburadul. Untuk itu, saya berani katakan kinerja pemprov gagal total, masak satu SKPD ditemukan 23 kasus," ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya