berita2.com (Padang): Akibat tak menentunya tarif transportasi udara di Indonesia, sejumlah penguna jasa angkutan tersebut banyak yang mengeluhkanya serta mengadukannya ke lembaga konsumen di Sumatera Barat. Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Sumatera Barat (LPKSM) Padang Consumen Crisis (PCC), Erison AW, mengakui bahwa banyaknya pengaduan yang diterima terkait dengan harga tiket pesawat yang tidak ada tarifnya tersebut.
"Saat ini, saya banyak menerima pangaduan dari pengguna jasa angkutan pesawat tersebut, baik secara lisan mau pun short mesege servis (sms). Hal itu, diakibatkan karena tidak menentunya harga dari tiket pesawat itu. Sehingga masyarakat banyak yang kecewa dan mengeluh bila mendapatkan tiket yang mahal harganya," terang Erison, ketika dihubunggi di ruang kerjanya, pada Rabu (4/8/2010).
Dikatakan Erison, hal itu akibat dari tidak tegasnya pemerintah dalam menentukan tarif jasa anggutan tersebut. Selain itu, pemerintah telah berlaku diskriminatif terhadap jasa anggota yang lain, seperti transportasi darat dan laut.
"Untuk itu, kita menghimbau kepada pemerintah untuk dapat bertidak tegas dalam memberlakukan jasa angkutan udara itu. Kalau ini dibiarkan, maka pemerintah telah berlaku diskriminatif terhadap jasa anggkutan lain, seperti transportasi darat dan laut. Sebab kedua jasa transportasi tersebut, pemerintah bisa menetapkan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Hal yang sama juga diakui oleh Ketua LPKSM Sumbar Consumen Forum (SCF), Tusrisep, yang mengatakan bahwa saat ini pengaduan yang sama juga banyak yang mengadu.
"Pengaduan dari konsumen penguna jasa tersebut, akan kita terima dan dipelajari dulu." ungkapnya.
Sebelumnya, salah seorang penguna jasa angkutan udara, Adrian, mengeluhkan harga tiket pesawat yang tidak menentukan tersebut. Dia mengatakan, harga tiket transportasi udara itu, ibarat bursa saham yang slalu naik turun dan tidak ada harga pasarannya.
"Harga tiket pesawat tersebut, ibarat kita membeli saham. Karena harganya itu tidak menentu dan tidak ada harga pasarannya. Untuk itu saya amat kecewa sekali terhadap tarif jasa angkutan pesawat tersebut," terangnya.
Adrian menjelaskan, dirinya yang sering kali memakai fasilitas angkutan pesawat itu untuk keperluan bisnis, sering kali membeli tiket yang harganya mahal. Hal itu, disebabkan karena jadwal dari kepergian yang tidak menentu dan terencana.(Aprianto)