berita2.com (Padang): Seorang wanita pekerja buruh pengangkut pasir sungai, Yenpa Yanti (24 tahun) di Kampung Sawah Taratak Mudiak, Muaro Kalaban, Kota Sawalunto, Sumatera Barat, meninggal dunia. Berdasarkan analisa media RSUP M Djamil Padang, korban meninggal akibat suspect Flu Burung.
Hal itu diyakini orang tua korban, Rosmaniar (60 tahun), yang mengatakan anaknya sebelum jatuh sakit, pernah berkontak dengan unggas jenis ayam kampung. Sebab di rumah, anaknya itu merawat unggas tersebut.
"Akan tetapi, ayam kampung yang kami rawat itu sebelum maupun sesudah kontak dengan almarhum, tidak ada yang mati mendadak atau pun jatuh sakit," terang Rosmaniar, dengan beruraikan air mata, ketika ditanya di rumah sakit M Djamil Padang, pada Rabu (28/7/2010).
Dikatakan Ros, yang tidak yakin bahwa anaknya meninggal karena virus H5N1 tersebut, mengatakan bahwa korban sebelum dilarikan ke RSUP M Djamil Padang, diserang demam tinggi 22 Juli lalu.
"Saya tidak yakin anak saya itu meninggal karena flu burung, karena fakta dilapangan tidak membutikan ciri-ciri dari flu burung. Sebelum dirawat, badannya demam tinggi dan kaki kanannya terasa dingin seperti es," ujarnya.
Melihat kondisi seperti itu, Yenpa, dilarikan ke RSUD Sawahlunto, tapi oleh pihak rumah sakit daerah itu, keluarga diminta untuk membawa korban ke Padang.
"Karena mereka tak mampu mengatasi demam yang dialami Yenpa, maka kami dirujuk ke rumah sakit M Djamil Padang," ujarnya.
Bahkan pihak RSUD Sawahlunto juga mencurigai kalau korban menderita suspect flu burung. Pada (24/7), kata Rosmaniar, dia membawa anaknya ke Padang. Dan hari itu juga Yenpa, langsung masuk ruang isolasi RSUP M Djamil Padang.
"Akan tetapi, nyawanya tak bisa ditolong, ia pun menghembuskan nafas terakhir pada Rabu pagi ini. Penyembab kematian almarhum, kata dokter yang menangani anak kami ini, mengatakan akibat suspect flu burung," cetusnya.
Sementara itu, pihak RSUP M Djamil Padang, mengakui kalau korban memang menderita suspect Flu burung. "Berdasarkan dari hasil pemeriksaan medis yang kami lakukan, korban tersebut memang menderita suspect flu burung," ujar Direktur Pelayanan Medik RSUP M Djamil Padang, Irayanti.
Dijelaskan Ira, ciri-ciri pasien suspect flu burung yang dimiliki korban, seperti menderita demam (panas) hingga 38 derajat Celcius, nafas sesak, ditambahkan data rontgent mengungkapkan terdapatnya infeksi di bagian paru-paru korban.
"Orang tua korban juga mengakui kalau anaknya itu ada kontak dengan unggas jenis ayam piaraannya," terangnya.
Berdasarkan data RSUP M Jdamil Padang, kata Ira, selama tahun 2010 ini, di kota Padang, Yenpa, merupakan korban pertama pasien flu burung yang meninggal dunia.(Aprianto)