berita2.com (Palembang): Sepasang suami isteri cekcok. Sang isteri, Lilis Suryani (35) mengambil pisau dan menusuk suaminya Azharudin (41), sebanyak lima kali. Sang suami pun tewas
Peristiwa ini terjadi Senin 26 Juli malam di kediaman mereka di Dusun Teluk Kemang, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin. Kematian korban sempat dirahasiakan Lilis. Hingga Selasa (27/7/2010) pukul 06.00 WIB dia mengabarkan kepada warga sekitar bahwa suaminya meninggal dunia. Warga pun geger dan melayat ke rumah duka.
Nah, saat melayat itulah, warga melihat gelagat tidak beres pada tubuh korban. Terlebih melihat sikap Lilis yang tak sedikitpun merasa sedih. Kapolres Muba AKBP F Barung Mangera melalui Kapolsek Sungai Lilin Iptu Joni Eka Putra mengungkapkan, awalnya sang isteri tidak mengakui telah membunuh suaminya.
Namun setelah didesak dan hasil visum rumah sakit, di mana terdapat tujuh luka tusukan dan lebam di bebeapa bagian tubuh korban, barulah Lilis mengakui perbuatannya. ”Berdasarkan keterangan tersangka, dia tidak sengaja membunuh suaminya saat keduanya terlibat cekcok hebat. Di mana, malam itu korban berang dan marah kepada tersangka yang menolak permintaannya memperbaiki tali pengikat perahu getek. Namun, sebelumnya telah ada persoalan ekonomi keluarga yang dinilai tidak mencukupi,” terangnya Kapolsek.
Informasi di lapangan, seperti dilansir okezone.com, peristiwa yang membuat warga Teluk Kemang geger tersebut berawal saat korban yang diduga baru pulang dari mencari kayu.
Malam itu korban meminta tersangka segera melihat tambatan perahu getek yang sebelumnya telah ditambatkan korban di tepi Sungai Dawas, belakang rumah mereka. Dengan alasan kondisi malam yang gelap akibat listrik padam disertai hujan deras, tersangka pun menolak permintaan korban.
Hal ini memancing amarah korban. Keduanya pun lalu terlibat cekcok hingga terdengar oleh dua anak mereka, Dimas Bukin (18), dan Angga (16), yang saat itu berada dalam kamar. Sembari menahan kesal, korban ditemani anak keduanya, Angga, langsung beranjak menuju tepian sungai tempat geteknya ditambatkan. Setelah membuang air hujan yang masuk dalam getek, korban bersama Angga kembali ke rumah.
Saat tiba di rumah itulah, korban dan tersangka kembali terlibat cekcok. Tersangka yang saat itu duduk di ruang tamu lantas terpancing amarah, sehingga terjadilah adu mulut yang berujung pergulatan antarkeduanya. Korban lantas berdiri mengambil pompa angin tak jauh dari tempatnya berdiri, sedangkan tersangka juga ikut mengambil pisau yang ada di dapur.
Tersangka lalu berteriak dan langsung mengarahkannya pisau ke arah korban secara membabi buta sehingga mengakibatkan korban mengalami luka tusuk sebanyak 5 lubang. Korban sempat berusaha berlari kelaur rumah. Namun akibat luka cukup serius, dia pun roboh bersimbah darah.
Di hadapan penyidik, Lilis Suryani mengaku kesal dengan suaminya yang saat itu marah-marah. Dua anak laki-laki korban yakni Bimas Bikun dan Angga yang saat itu melihat kejadian, ikut diperiksa polisi sebagai saksi.