berita2.com(Batam): Sekitar 900 mahasiswa muslim di Kepri mengutuk serangan Israel terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marimara. Mereka melakukan aksi pembakaran bendera Israel dan melakukan aksi teatrikal.
Pantauan berita2.com di Jl Engku Putri, Selasa (01/06/2010) siang, suasana sempat menghangat ketika mahasiswa meminta wali Kota Batam Ahmad Dahlan untuk turun mendengarkan orasi penolakan terhadap penyerangan kapal bantuan kemanusiaan tersebut, akan tetapi pihak kepolisian berhasil meredakan suasana dengan meminta kepada mahasiswa agar membacakan saja tuntutan mereka dengan baik dan sopan.
Dalam orasi singkatnya mahasiswa memprotes keras aksi penyerangan tentara Israel yang dilakuan terhadap kapal dengan tujuan kemanusiaan Mavi Marmara, pada Senin (31/5/2010). Mahasiwa muslim selain melakukan aksi damai ke kantor Wali Kota Batam, Gedung DPRD Kota Batam, kantor Otorita Batam, mereka juga menggelar orasi agar PBB menghukum Israel terhadap tindakan brutal kepada tim kemanusiaan tersebut.
“Pemerintah harus segera menurunkan timnya untuk melihat WNI yang terluka dalam aksi biadab tersebut. Namun, kami menghendaki agar masalah ini diselesaikan dengan jalur hukum di PBB,” kata ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kepri Sudiyanto.
Aksi tersebut diikuti oleh sejumlah organisasi mahasiswa muslim seluruh Kepri antara lain KAMI, RMPP Remaja Masjid Raya Batam (RMPP) , Badan Legislatif Mahasiswa Batam (BLMB), Ikatan Mahasiswa Islam Universitas Raja Ali Haji, Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kepri, Ikatan Pelajar Muhammadyah (IPM). (Irawan.E)

















