berita2.com (Batam): Otorita Batam atau Badan Pengusahaan Kawasan Batam mengklaim ada penambahan investasi pada triwulan I/2010 sebesar US$16 juta atau 20 aplikasi proyek PMA baru. Namun, kalangan DPRD Kota Batam menilai penambahan investasi tersebut sama sekali tidak beralasan karena hingga saat ini belum ada investasi asing yang membuka proyek baru.
Menurut Kabag Humas Badan Pengusahaan Batam Rustam Hutapea, sebagai kawasan free trade zone Batam akan menerima 20 investor asing baru yang berasal dari 7 negara. “Ada 20 aplikasi proyek PMA yang telah disetujui pada triwulan pertama 2010 dengan nilai investasi lebih dari US$16 juta,” katanya.
Dia menjelaskan pada Januari 2010 terdapat 3 aplikasi proyek PMA yang telah disetujui dengan nilai investasi sebesar US$ 4,1 juta. Kemudian 8 aplikasi senilai US$ 5,7 juta pada Februari dan pada Maret terdapat 9 aplikasi proyek PMA dengan nilai investasi sebesar US$ 7,04 juta. Aplikasi PMA tersebut merupakan proyek-proyek baru yang berasal dari 7 negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Taiwan, Australia, Norwegia, Korea Selatan dan Belanda.
Dengan bidang pekerjaan antara lain industri pembuatan/perbaikan kapal (3 proyek), industri logam (2 proyek), restoran dan jasa rekreasi (2 proyek) dan perdagangan besar (5 proyek). Kemudian industri komponen elektronik (1 proyek), industri penunjang pertambangan migas (1 proyek), industri pengolahan karet (1 proyek) dan industri pakaian jadi (1 proyek).
Lalu industri properti (2 proyek), jasa konsultan bisnis dan manajemen (1 proyek) dan jasa bongkar muat (1 proyek). “Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu jumlah persetujuan aplikasi proyek PMA ini meningkat,” katanya.
Dimana pada triwulan I/2010 ini sebanyak 20 proyek, sedangkan pada 2009 hanya mencapai 18 proyek, atau mengalami peningkatan 11%. Seiring dengan peningkatan nilai investasinya, dimana pada triwulan I/2010 sebesar US$ 16,8 juta, sedangkan triwulan I/2009 hanya senilai US$ 16,6, atau mengalami peningkatan 1,43%.
Dia menambahkan, kumulatif proyek PMA yang masuk ke kawasan Batam sejak 1971--Maret 2010 akan mencapai 1.153 PMA dengan nilai investasi sebesar US$5,69 miliar.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam yang membidangi masalah ekonomi dan perdagangan, Yudhi Kurnain, menepis adanya penambahan investasi baru, sebab penambahan tersebut belum terealisasi dan berdasarkan pengalaman, hal itu hanya bertujuan untuk mempromosikan bahwa investasi di Batam meningkat.
"Dalam hitungan angka mungkin akan mengalami peningkatan investasi, itu pun jika investor itu akan menanamkan modalnya. Berdasarkan pengalaman, itu hanya bunga-bunga indah saja berbentuk laporan. Sebab, kenyataannya hal itu tidak terjadi, karena banyak calon investor yang membatalkan rencananya," kata dia.
Dia menyesalkan sikap Otorita Batam yang selalu mempublikasikan data ekonomi, yang sifatnya prediksi saja (forecast). Padahal itu semudah itu, jika investor mau berinvestasi sebab banyak pintu yang harus dilewati pengusaha.
"Banyak sekali kendala. Jadi, kami berharap agar publikasi lipsing saja tidak perlu seharusnya," kata dia. (Irawan. E)