Padang, (berita2.com) - Sekitar 70 persen pertokoan di Padang, Sumatera Barat, kembali buka pascagempa berkekuatan 7,6 SR yang melanda wilayah itu pada Rabu (30/9).
Hal itu diketahui berdasarkan hasil pantauan udara menggunakan helikopter dari Mabes Polri yang dilakukan Kapoltabes Padang, Kombes Pol Boy Rafly Amar di Padang, Jumat.
Kondisi Kota Padang dinilai Kapoltabes Padang semakin berjalan normal dan berbeda dengan keadaan pada hari-hari sebelumnya setelah diguncang gempa.
"Setelah beberapa hari sebelumnya hampir seluruh toko dan pasar di Padang tutup, kini 70 persen diantaranya kembali buka," kata Rafly.
Pantauan udara tersebut dilakukan Poltabes Padang diantaranya untuk melihat langsung kondisi terkini Kota Padang dan menjamin kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.
Menurut Kapoltabes hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di Kota Padang semakin normal sejak terjadinya gempa.
"Kalau sebelumnya ada beberapa SPBU yang tutup karena rusak, begitu juga pasar-pasar dan pertokoan yang tutup, kini hampir semuanyamulai buka dan berjalan normal," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan pantauan udara juga diketahui bahwa arus lalu lintas di Kota Padang berjalan normal.
Hanya saja ada beberapa simpul kemacetan di sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi evakuasi reruntuhan gedung.
"Kemacetan sekitar 200 meter hingga satu kilometer diantaranya berada di Jalan Proklamasi dan Jalan Veteran karena di lokasi tersebut alat berat masih melakukan proses evakuasi," katanya.
Gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang Sumbar pada tanggal 30 September itu telah menyebabkan 700 orang tewas dan menghancurkan ribuan bangunan serta infrastruktur.(*ek)

















