Jambi, (berita2.com) : Kepala Dinas Peternakan Kota Jambi Harlik mengimbau agar masyarakat khususnya peternak di Kota Jambi mewaspadai bahanya penyebaran virus anthrax di saat banjir.
"Masyarakat perlu waspada, sebab air menjadi salah satu media penularan anthrax kepada ternak. Apalagi di saat banjir," ujar Harlik di Jambi, Selasa (12/1).
Menurut dia, air menjadi media paling mudah dalam penyebaran virus anthrax, sebab virus anthrax diketahui berada terpendam di dalam tanah. Jika terjadi banjir, genangan air akan membawa virus tersebut ke luar. Di saat ada hewan ternak yang tak terawasi dan meminum atau memakan rumput di dalam genangan air, ternak tersebut bisa terancam anthrax.
"Apalagi virus anthrax ini dapat bertahan di bawah tanah selama 25 tahun. Peternak diharapkan betul-betul waspada dan mengawasi hewan ternaknya," ujarnya.
Namun begitu, Harlik mengaku belum ada informasi ataupun laporan akan adanya virus anthrax yang menyerang ternak di Jambi. Untuk mewaspadai hal tersebut, ia mengaku telah menginstruksikan seluruh petugas kesehatan hewan yang tersebar di Kota Jambi melakukan pemeriksaan rutin. Khususnya bagi peternak yang daerahnya terendam banjir.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar peternak tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran secara leluasa di saat air menggenang, lebih baik hewan ternak dikandangkan di tempat yang aman.
Di samping itu, peternak juga harus memberikan makanan yang betul-betul sehat dan tidak terkontaminasi air rendaman banjir.
"Sebab, rumput yang terendam banjir kondisinya sangat berbahaya, tidak hanya anthrax, namun juga penyakit hewan lainnya," katanya.
Harlik menyebutkan, di Kota Jambi saat ini ada sekitar 25 kelompok peternak di mana hewan ternak terdiri dari kerbau, sapi, dan kambing, di mana jumlah ternak yang ada mencapai lebih dari 300 ekor. Jumlah tersebut belum ditambah ternak yang dimiliki pribadi oleh warga.
Banjir melanda sebagian daerah Kota Jambi sejak dua minggu terakhir. Tingginya curah hujan di daerah hulu sungai Batanghari menyebabkan air sungai meluap dan menyebabkan banjir, khususnya disepanjang daerah aliran sungai (DAS) Batanghari.
Empat kecamatan yakni Kecamatan Jambi Timur, Telanaipura, Danau Teluk dan Pelayangan tercatat menjadi daerah korban banjir. Tidak hanya itu, sekitar 300 lebih rumah penduduk serta bangunan lainnya ikut terendam.
"Diketahui beberapa peternak di Jambi, daerahnya ada yang ikut terendam banjir. Hal ini perlu diwaspadai. Selain melakukan pemeriksaan kami juga akan memberikan vaksinasi ternak," kata Harlik.(*un)

















