Kalianda, Lampung Selatan (berita2.com) : Petani sawit di Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluhkan serangan hama tupai yang selama ini menurunkan produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit di daerah itu mencapai 30 persen.
"Selama ini hama tupai tidak pernah kami tangani, sehingga jumlahnya terus bertambah," kata petani sawit di Desa Karya Tunggal, Kecamtan Katibung, Suryadi, Senin (16/11).
"Tupai sangat sulit dibasmi. Karena itu, petani membiarkannya saja menggerogoti tandan buah segar sawit," kata dia.
Penyebab lain yang dihadapai petani karena luasnya perkebuan sawit dikecamatan itu yang mencapai ribuaan hektare yang menyebabkan hama sulit diberantas oleh petani.
Selain itu, serangan hama tupai memang tidak terlalau diperdulikan selama ini, sehingga karena jumlahnya terus bertambah dalam setiap panen produksi TBS menurun samapi 30 persen dari saat normal.
"Saat kemarau lalu, tupai menyerang seluruh komoditas perkebunan, termasuk sawit, kakao, dan pisang didaerah itu," kata dia.
Hal senada juga dkatakan oleh petani setempat, Harno, yang mengatakan produksi komoditas sawit kurang maksimal sejak adanya serangan tupai yang menyerang TBS saat mulai berisi.
"Seharusnya dalam setiap hektare mampu menghasilkan TBS seberat enam sampai tujuh ton, namun saat ini hanya sebanyak empat sampai lima ton per hektare," jelas dia.
Dia mengatakan selama ini juga pemerintah setempat belum memberikan bantuan dan upaya penyuluhan untuk menangani hama tupai tesebutn meskipun telah lama dirasakan petani.
Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Lampung Selatan pada 2008, luas areal perkebunan sawit rakyat di Kecamatan Katibung mencapai 1.947 hektare dengan produksi 3880 ton, sedangkan produktivitas mencapai 511,9 kilogram perhektare.
Luas perkebunan sawit di Lampung Selatan mencapai 5.893 hektare, terdiri atas tanaman produktif seluas 2.289 hektare, tanaman belum produktif 3.589 hektare, dan tanaman rusak (non produktif) 15 hektare.
Produksi tahun 2008 mencapai 4.614 dengan dengan produktivitas sebesar 2.015 kilogram per hektare. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dari tahun 2007 yang hanya 1.952 ton dengan produktivitas 967,3 kilogram per hektare.(*un)


















