Pesawaran, Lampung, (berita2.com) : Sebagian petani padi di Kabupaten Pesawaran belum menanami lahan persawahan mereka.
"Sawah tadah hujan sangat membutuhkan air yang cukup untuk tetap mengairi lahan persawahan. Jika hujan belum merata seperti sekarang, bisa rugi nantinya," kata petani padi di Kalirejo Kecamatan Negeri Katon, Sumardi (45), di Pesawaran, Selasa (20/10).
Turun hujan yang tidak merata dapat membuat rugi petani, karena setelah sebar benih tidak lagi turun hujan maka petani yang susah.
"Areal pertanian di daerah ini sebagian merupakan sawah tadah hujan untuk tanaman padi," kata Jimi, petani padi lainya.
Saat ini beberapa areal persawahan di Kabupaten Pesawaran masih termasuk sawah tadah hujan, walau sebagian besar sawah dapat dialiri air irigasi.
Hal senada di ungkapkan oleh Suparmi, petani di Desa Trimulyo Kecamatan Negeri Katon.
Menurutnya, saat ini musim di Indonesia tidak dapat dimengerti bahkan cenderung tidak seperti dahulu.
Saat ini sulit sekali untuk menentukan musim tanam, karena hujan yang turun pun hanya sebagian wilayah atau tidak merata dan turunnya tidak menentu, lanjut dia.
Beberapa petani lebih memilih tidak menanami lahan sawahnya, dikarenakan masih belum menentunya turunnya hujan.
Petani padi di Pesawaran berharap adanya pembinaan yang dapat meningkatkan penghasilan lahan sawah mereka tanpa mengalami kerugian yang besar.
Dengan demikian, kami dapat mulai menanam tanpa ada rasa ragu-ragu dan dibayangi ketakutan akan kerugiam.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran luas areal persawahan di Kabupaten Pesawaran mencapai 13.000 ha.(*un)


















