berita2.com Jumat, 12 Maret 2010

 
You are here: Home Daerah Sumatera

Sumatera

Kodam Udayana Siapkan 9.000 Personil Kawal Obama

E-mail Cetak PDF

Denpasar, (berita2.com) - Kodam IX/Udayana telah menyiapkan delapan ribu hingga sembilan ribu personelnya guna mengamankan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang direncanakan ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan ke Bali.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan di sela-sela final festival penyanyi cilik di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Minggu mengakui, pihaknya sudah mempersiapkan langkah pengamanan menyambut rencana kedatangan Obama di Bali.

"Tapi sifatnya masih tentatif ya, jadi sampai sekarang belum ada kepastian, apakah akan jadi datang atau tidak," ucapnya.

Terkait rencana kedatangan Presiden Obama yang pernah menjalani masa kecil di Jakarta itu, Hotmangaradja mengakui beberapa daerah sudah diberikan perintah untuk menyiapkan pengamanan, termasuk jika jadi ke Bali.

Diperoleh keterangan, Presiden Obama direncanakan ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan ke pulau wisata internasional ini berkisar tanggal 20-22 Maret 2010.

"Untuk pengamanan sudah siap, karena saya pikir masyarakat Bali bersama-sama kepolisian dan TNI siap menampilkan Indonesia yang penuh damai," ucapnya didampingi Kapendam IX/Udayana Letkol CAJ Ida Bagus Gaga Ardana.

Adapun bentuk pengamanannya, kata putra pahlawan revolusi DI Pandjaitan itu, akan disamakan dengan standar kegiatan bertaraf internasional seperti selama ini. "Sampai sekarang memang belum ada konfirmasi, tapi kalau nanti benar datang ke sini, kami sudah siapkan secara maksimal, antara delapan ribu sampai sembilan ribuan personel," tegasnya.

Karenanya, ujar dia, semua unsur dan lapisan masyarakat diminta partisipasi dan dukungannya untuk bersama-sama menjaga keamanan di Bali. "Itu semua kita lakukan guna tetap menjaga nama baik negara Indonesia di mata internasional," ucapnya.

Meski belum ada kepastian, namun informasi yang berkembang menyebutkan bahwa para pejabat kenegaraan dan konsulat Amerika di Bali sudah melakukan koordinasi dengan pihak aparat kepolisian dan TNI. Bahkan pejabat teras Mabes TNI juga sudah sempat datang ke Bali untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait langkah pengamanan Obama.

 

Warga Pecahkan TV Karena Kesal Lihat Sidang Paripurna

E-mail Cetak PDF

Bengkulu, (berita2.com): Yusuf (39) seorang warga Desa Padang Pelawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, melempar televisi miliknya hingga pecah saat melihat ketegangan sidang Paripurna DPR tentang kesimpulan kasus Bank Century di DPR-RI, Rabu (3/3) malam.

Sebetulnya Yusuf menyaksikan sidang paripurna itu sejak pagi hari, namun saking kesalnya melihat sidang itu alot dan betele-tele, emosinya ikut tersulut sehingga melempar televisinya, kata Arfan, warga setempat yang menyaksikan kejadian itu, Kamis.

Ia menjelaskan, masyarakat di pedesaan sangat antusias menyaksikan perkembangan pengusutan kasus Bank Century tersebut, namun pro dan kontra dalam sidang paripurna DPR secara umum tidak menyulut gejolak di Bengkulu.

Setelah ada keputusan dari dua opsi tersebut, sebagian besar masyarakat merasa puas dan setuju kalau kasus Bank century itu diproses melalui jalur hukum.

Sejumlah warga juga melakukan kegiatan nonton bersama Rapat Paripurna itu seperti di kawasan Pasar Panorama, Kota Bengkulu.

"Kami mengharapkan jika kasus Bank Century itu diselesaikan melalui jalur hukum, tidak mengganggu perekonomian," kata Ruswan, seorang pedagang kelontong.

Seorang politisi muda Bengkulu M Sis Rahman mengatakan, hasil paripurna DPR-RI itu hendaknya menjadi peringatan berharga bagi pengambil keputusan di Pemerintahan karena saat ini seluruh perkembangan dan tingkah laku mereka selalu diawasi masyarakat sampai di pelosok desa.

"Keran informasi sudah begitu terbuka dengan adanya media cetak dan elektronik tang menjangkau sampai pelosok," kata anggota DPRD Provinsi Bengkulu itu.

Ia berharap agar semua tindak korupsi bisa dituntaskan melalui jalur hukum termasuk kasus Bank century, dengan harapan bangsa ke depan lebih aman, nyaman dan makmur.(*ek)

17 Ribu Orang Menderita Cikungunya

E-mail Cetak PDF
Penderita Chikungunya di Lampung Capai 17 Ribu

Bandarlampung (berita2.com): Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung mencatat selama Januari-Februari 2010 jumlah penderita chikungunya di provinsi tersebut mencapai 17.370 orang.

"Pertumbuhan tertinggi terjadi di Kabupaten Tanggamus, dengan jumlah penderita sebanyak 4.670 orang, diikuti Kabupaten Pesawaran sebanyak 2.805 orang," kata Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Lampung, Dyah Iskraeni, di Bandarlampung, Rabu(03/03).

Kabupaten dengan jumlah penderita terbanyak ketiga dan keempat, masing-masing Way Kanan, dengan jumlah penderita mencapai 2.785 orang, dan Pringsewu dengan 1.736 penderita.

"Penyebaran virus tersebut memang paling banyak pada daerah yang banyak memiliki areal perkebunan, karena nyamuk yang menjadi mediator penyebarannya hidup pada areal tersebut," terang Dyah.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Lampung, khususnya yang tinggal di sekitar area perkebunan, untuk mewaspadai penyebaran wabah chikungunya yang semakin marak sepanjang 2010.

"Sebenarnya masyarakat harus mewaspadai virus DBD dan chikungunya pada musim penghujan yang kebetulan sama-sama disebarkan oleh nyamuk, namun chikungunya harus lebih diwaspadai karena pertumbuhan penderitanya jauh lebih signifikan," katanya.

Dia mengakui, Dinkes Lampung tidak mampu melakukan pencegahan dengan pengasapan pada seluruh wilayah endemis tersebut, mengingat keterbatasan anggaran dan tidak sebanding dengan luasan daerah.

"Jumlah penderita chikungunya hanya dalam dua bulan terakhir sudah nyaris melebihi data penderita tahun lalu, sehingga penyebarannya harus kita tekan," kata dia.(*ek)

Mahasiswa Tuntut Pengusutan Penembakan Warga

E-mail Cetak PDF
Banda Aceh, (berita2.com) : Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) berunjukrasa di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Aceh menuntut polisi bertanggungjawab atas penembakan hingga menyebabkan meninggalnya Kamaruddin, warga Aceh Besar.

Aksi tersebut berlangsung di depan gerbang masuk Mapolda Aceh di Banda Aceh, Senin (1/3). Mahasiswa tidak diperkenankan masuk untuk menemui petinggi Polda, mereka hanya berorasi di depan pos penjagaan.

Aksi mahasiswa itu terkait tertembaknya dua warga sipil di kawasan pegunungan Jalin, Jantho Kabupaten Aceh Besar pada Senin (22/2) dalam operasi penyisiran polisi saat mengejar kelompok yang diduga jaringan teroris.

Menurut mahasiswa, peristiwa tersebut merupakan kecerobohan dan kesalahan fatal polisi yang mengakibatkan jatuhnya korban dari warga sipil.

Selain Kamaruddin (36) yang meninggal dunia, Suheri (15) juga mengalami luka serius akibat penembakan tersebut. Keduanya berada di kawasan itu untuk mencari ikan.

Atas peristiwa tersebut, Polda Aceh sudah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Namun permintaan maaf itu dinilai tidak cukup sebab polisi harus bertanggungjawab dan mengungkap hingga tuntas siapa pelaku di lapangan.

Dalam pernyataan sikapnya, AMA meminta polisi mengusut tuntas penembakan tersebut secara transparan karena dinilai bukan kecelakaan biasa.

"Kamaruddin merupakan tulang punggung keluarga, maka polisi tidak cukup hanya mengobati dan mengurus pemakaman tapi harus menjamin ekonomi, pendidikan dan kesehatan anak yang ditinggalkan," kata koordinator aksi, Zakaria Adnan.

Meskipun hujan rintik-rintik membasahi mereka, mahasiswa terus melancarkan aksi berupa orasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa sambil duduk di depan gerbang Mapolda. (*RHJ)

 

 

PDIP Dukung Helmy Yahya Cabub

E-mail Cetak PDF

Palembang, (berita2.com) - DPD PDI Perjuangan Sumatra Selatan (Sumsel) memutuskan mendukung bakal calon bupati Ogan Ilir (OI), Helmi Yahya, pada pemilu kepala daerah (pemilukada) 5 Juni 2010 mendatang.

Untuk pemilukada di Ogan Ilir, PDI Perjuangan merekomendasikan mendukung bakal calon bupati Helmi Yahya, kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Darmadi Djufri, di Palembang, Minggu.

Menurut dia, PDI Perjuangan memberikan dukungan kepada Helmi Yahya, mengingat Helmi pernah menjadi calon wakil gubernur Sumsel berpasangan dengan Syahrial Oesman pada pilgub Sumsel beberapa waktu lalu.

Pada waktu itu, Helmi Yahya memperoleh hasil yang baik khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, walaupun gagal meraih kemenangan bersama pasangannya.

Selain itu, figur Helmi Yahya dinilai seimbang untuk bersaing dengan "incumbent" pada pemilukada di Ogan Ilir, 5 Juni 2010 nanti, kata dia.

Sedangkan, untuk bakal calon wakil bupati ada tiga nama yang direkomendasikan ke DPP PDI Perjuangan, yakni Yulian Gunhar, Syaifudin Azhar, dan Fikri Bastari, katanya.

Nanti, DPP PDI Perjuangan yang akan menetapkan pasangan bakal calon bupati-wakil bupati di Ogan Ilir, kata dia pula.

Ia menyatakan, untuk empat kabupaten lainnya yang juga melaksanakan pemilukada 5 Juni nanti, yakni Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan sudah final diputuskan dukungan bakal calon bupati-wakil bupati, hanya Musi Rawas saja belum diputuskan.

Untuk Kabupaten OKU, PDI Perjuangan mendukung bakal calon bupati- wakil bupati, Nasir Agun-Priyatno, di OKU Timur, Herman Deru-Cholid Mawardi, dan di OKU Selatan, Mutadin Serai-Herawati Syahrial, ujar dia lagi.

Ia menambahkan, untuk di Kabupaten Musi Rawas, hingga kini belum dilaksanakan konfercab, karena itu pendaftaran bakal calon bupati-wakil bupati diambil alih oleh DPD PDI Perjuangan Sumsel.

Pendaftaran bakal calon bupati-wakil bupati untuk Musi Rawas ini dibuka 24 Februari sampai 1 Maret 2010, kata Darmadi yang juga anggota DPRD Sumsel tersebut.

Pada 24 Februari 2010 sudah ada yang mendaftar untuk posisi bakal calon bupati Musi Rawas, Fadil Taufik, demikian Darmadi Djufri.

 

Halaman 1 dari 30

Berita Terkait