berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Membangun masyarakat yang cerdas merupakan salah satu tanggung jawab PT XL Axiata Tbk untuk ikut memajukan Indonesia.
Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, XL memberikan sarana untuk mempermudah kontrol keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah melalui aplikasi Sifoster (Sistem Informasi Sekolah Terpadu). Sifoster merupakan bagian dari salah satu pilar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) XL yaitu memajukan pendidikan.
Sifoster dirancang dengan berbasis SMS untuk memberikan informasi kepada aiswa maupun orang tua / wali murid tentang segala hal yang berhubungan dengan sekolah seperti absensi, nilai siswa, informasi pembayaran pendidikan, bimbingan karier. Program ini telah diterapkan di Makassar dan sukses dijalankan di 54 sekolah, awal April lalu.
Program ini akan diaplikasikan di 40 sekolah di Bau-Bau sebagai kado ulang tahun kota itu ke-470 dan sudah mulai diserahkan kepada SMA 1 Bau-Bau.
VP XL North Region, Nuruddin Al Fithroh, mengatakan telekomunikasi dan layanan seluler sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk pelajar. Banyak manfaat yang perlu diketahui oleh masyarakat luas.
“Kami berharap, melalui program ini, proses edukasi bisa dilakukan secara maksimal. Guru, orang tua murid dan siswa-siswi bisa mengetahui perkembangan dirinya melalui aplikasi ini dari cek nilai, absensi, bimbingan karir dan cek pembayaran sekolah,” ujarnya dalam rilis yang diterima Selasa (15/11/2011).
Meski XL baru hadir di Bau-Bau pada 26 September lalu, namun responnya cukup bagus. Jumlah pelanggan di kota tersebut mencapai 15 ribu. Untuk sementara ini, Bau-Bau telah di tunjang 4 BTS 2G dan akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan pasar telekomunikasi di daerah itu.
Sedangkan di Sulawesi Tenggara, secara keseluruhan XL hadir sejak 2005 dengan jumlah BTS mencapai 66 BTS 2G dan 5 BTS 3G yang didukung dengan MSC di Kendari. XL merupakan operator 3G pertama di Sultra. Saat ini coverage-nya telah menjangkau 80% populasi penduduk dengan jumlah pelanggan sekitar 150 ribu. (natalia)


















