
berita2.com (Kendari, Sulawesi Tenggara): Mungkinkah makam bergeser sendiri? Tentu saja tidak mungkin., tetapi ratusan makam Islam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka, Kendari, Sulawesi Tenggara, diketahui posisinya melenceng dari arah kiblat.
Itu bukan karena bergerak sendiri tetapi karena kecrobohan pihak yang memakamkan jenazah. Berdasarkan tata cara pemakaman Islam, bagian kepala makam (nisan) seharusnya berada di utara dan badan jenazah dihadapkan ke barat (kiblat). Namun, ratusan makam yang berada di Blok D itu posisi nisannya melenceng 30-90 derajat ke arah barat, sehingga jenazah menghadap selatan.
"Ditemukan makam-makam yang arahnya tidak menghadap kiblat," kata Agussalim, Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/10/2011).
Agussalim tidak mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi, apakah karena kecerobohan petugas terdahulu atau permintaan keluarga. "Sulit untuk mencari tahu siapa yang menentukan arah seperti itu karena kebanyakan usia makam sudah bertahun-tahun. Bahkan ada yang sudah puluhan tahun," katanya.
Agussalim berniat untuk menghubungi ahli waris makam-makam tersebut. Tetapi pengelola TPU tidak memiliki pencatatan yang jelas. Kesulitan lain adalah kebanyakan makam sudah dibangun secara permanen, sehingga menyulitkan pemindahan.
"Soal mau dibongkar atau tidak, kami menyerahkan kepada kesepakatan pihak keluarga masing-masing saja," katanya.
Menghindari arah makam yang melenceng lagi, TPU Punggolaka sudah menetapkan arah yang benar di kompleks makam Blok D. TPU Punggolaka di lahan seluas 33 hektar kini berisi 20.000 makam.