berita 2.com (Kendari, Sultra): Dua hari belakangan ini Kejaksaan Tinggi Sultra terus didatangi oleh para Pendemonstrasi. dengan satu tujuan yakni meminta kejelasan dan Transparansy dalam penanganan kasus-kasus Korupsi yang diindikiasikan terjadi diberbagai instansi dalam Pemerintah Daerah Sultra maupun Pemkot Bau-bau.
Hari ini, tepatnya siang tadi para Pendemo yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Pemerhati Anti Korupsi (KOMPAK- SULTRA) mendatangi Kejati Sultra dengan tujuan menanyakan kejelasan penanganan korupsi dilingkup Pemkot Bau-bau.
"Kami meminta pihak Kejati Sultra agar serius menangani kasus tersebut, karena diindikasikan adanya kerugian Negara sebesar Rp 24.735.278.482,72,00 (duapuluh empat miliar tujuh ratus tiga puluh lima juta dua ratus tujuh puluh delapan ribu empat ratus delapan puluh dua koma tujuh puluh dua rupiah) dan adanya keterlibatan Walikota Bau-bau (Amirul Tamim) dalam kasus Korupsi tersebut. Sudah Dua bulan yang lalu kami pernah datang kesini, akan tetapi sampai sekarang belum ada kepastian dalam tindak lanjut kasus-kasus tersebut," Ujar Ryno Suyrno, Korlap aksi tersebut.
Sebelum para Pendemo tersebut diterima oleh Pihak Kejati, sempat terjadi pembakaran ban dan menggoyang-goyang pagar besi kantor Kejati.
"Kami dari kejaksaan tetap komitmen untuk menangani kasus tersebut, dan untuk kasus Korupsi tersebut sudah ada tindaki lanjuti. semua harus berjalan sesuai Rambu-rambu karena perlu mengikuti mekanisme untuk memanggil Walikota sebagai pejabat Publik." Jelas Asrul AL, Kasipenkum dan Humas Kejati Sultra, dihadapan Massa KOMPAK
Sehari sebelumnya, Rabu, 23/06/11, Kejati juga didatangi Pendemo dari Angkatan Muda Anti Korupsi Sultra untuk mendesak Kejati Sultra segera mengambil langkah-langkah konkrit dalam mengusut tuntas tindak pidana Korupsi berupa perjalanan Dinas fiktif sebesar Rp. 6.418.766. 500, 00,- diLima SKPD lingkup Pemprov. Sultra.
Dalam Aksi kemarin, para Pendemo membakar ban dan sempat terjadi insiden yang hampir mengarah adu jotos antara Staf Kejati dangan para Pendemo. (syanhrudin)