Kendari, (berita2.com): Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kendari menyatakan, gempa susulan yang kemungkinan terjadi di kepulauan Menui tidak sebesar gempa yang terjadi pada hari Minggu pukul 16.00 WITA.
Kepala BMG Kendari, Sukadi di Kendari, Senin mengatakan, gempa yang terjadi pada hari minggu berkekuatan 5,8 Skala Richter dimana pusat gempa berada di perairan laut banda atau sebelah timur pulau Menui pada posisi 3,57 LS - 123,31 BT.
Gempa itu terjadi akibat adanya pergeseran lempeng bumi serta tumbukan antara lempeng laut banda dan lempeng sulawesi bagian timur, kemungkinan akan terjadinya gempa susulan masih ada namun intensitasnya lebih rendah.
"Dari prediksi kami, gempa susulan memang masih ada tetapi getarannya lebih rendah sehingga masyarakat juga tidak perlu khawatir yang berlebihan, gempa itu juga tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Sukadi menambahkan, gempa yang terjadi kemarin merupakan gempa susulan yang terjadi pada hari Jum`at dini hari lalu.
"Gempa hari minggu itu merupakan gempa susulan, kekuatannya sama 5,8 SR tetapi pada Jum`at dini jari berada di kedalaman 20 kilometer di bawah permukaan laut sedangkan gempa pada hari Minggu terjadi pada kedalaman 60 kilometer lokasinya juga masih sama di sekitar perairan laut banda," jelasnya.
Meski BMG menyatakan gempa susulan lebih rendah, namun pengungsi dari pulau Menui di pelabuhan Kendari memastikan belum mau kembali ke pulau itu.
Hasrul salah seorang pengungsi mengatakan. Prediksi BMG belum dapat mereka percayai sebab datangnya gempa tidak diketahui oleh siapapun.
"Kami hanya mencari aman, soal kapan gempa terjadi hanya tuhan yang tahu," ujarnya.(*ek)