Ternate, (berita2.com) : DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) mempertanyakan perjalanan Bupati Halsel Muhammad Kasuba ke China, padahal daerah tersebut mengalami krisis keuangan.
"Semestinya dalam kondisi keuangan yang terpuruk, Bupati Halsel harusnya berupaya agar daerah ini bisa keluar dari krisis, bukan sebaliknya melakukan perjalanan ke luar negeri," kata Anggota DPRD Halsel Salim Hasan di Ternate, Senin (19/10).
Menurutnya, Bupati Halsel selama satu bulan melakukan perjalanan ke luar negeri sebanyak dua kali, karena sebelum ke China, bupati juga memenuhi undangan untuk mengunjungi Italia.
Ia mengatakan, kondisi Halsel dengan sistem keuangan yang tidak sehat, seharusnya lebih memfokuskan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang melilit kabupaten tersebut.
Pasalnya, pada APBD tahun 2009 ini Halsel mengalami defisit sebesar Rp146 miliar.
Ini menunjukkan bahwa Halsel mengalami keterpurukan karena kondisi keuangan yang tidak stabil, sehingga langkah yang harus ditempuh adalah melakukan efisiensi penggunaan anggaran, kata dia.
Selain itu, lanjut dia, Pemkab Halsel semestinya lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, karena selama ini perjalanan bupati ke luar negeri tidak memberi keuntungan bagi Halsel.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Halsel Dahrun Samad ketika dikonfirmasi mengatakan kalau perjalanan Bupati Halsel ke China sebagai langkah yang strategis dalam mengembangkan investasi terutama di bidang pertanian.
Menurutnya, kehadiran Bupati Halsel di China diharapkan bisa melihat peluang investasi di negeri tirai bambu tersebut, sehingga keberangkatan yang difasilitasi Badan Pengkajian Penerapan Teknologi Pertanian (BPPTP) bisa memberi gambaran tentang hasil pertanian di Halsel.
Sehingga pengembangan di sektor pertanian bisa dilirik oleh para investor dari China, karena Halsel memiliki sejumlah lahan strategis bagi pengembangan usaha di bidang pertanian, kata dia.(*un)

















