Palu, (berita2.com) : Belasan unit rumah yang terletak di bilangan Jln Karajalemba, Palu Selatan, Senin sekitar pukul 13:15 WITA ludes terbakar.
"Tidak ada korban jiwa, kecuali seorang dari sekitar 13 rumah yang terbakar itu mengalami luka bakar di bagian lengan tangan kanan," kata Awi, seorang saksi mata di lokas kejadian peristiwa (TKP), Senin (19/10).
Salah seorang korban yang mengalami luka bakar dalam kebakaran tersebut adala Ny Yeliani (50), yang juga salah satu dari belasan rumah yang terbakar.
Korban saat itu hendak menyelamatkan satu unit mesin jahit, tiba-tiba langsung disambar kobaran api yang melalap rumahnya yang kebetulan hanya menggunakan bahan bangunan papa/kayu.
Dua diantara belasan rumah yang terbakar adalah gudang,sekaligus bengkel las, dan satu unit lagi tempat usaha percetakan batako.
Selain itu, empat unit kendaraan, tiga diantaranya mobil, dan satu sepeda motor ikut terbakar.
Informasi dari TKP, sumber api pertama berasal dari rumah milik opa Lega.
Kemungkinan besar, sumber api berasal dari kompor gas yang meledak. Api kemudian membesar dan hanya dalam tempo lebih satu jam, belasan rumah dan harta benda yang ada didalamnya ludes terbakar.
Empat unit mobil pemadaman kebakaran da Dinas Pemadaman Kebakaran Pemkot Palu ang dikerahkan guna memadamkan kobaran api tiba di TKP setelah seluruh bangunan dan isinya sudah habis terbakar.
Kejadian tersebut mendapat perhatian banyak warga yang berdomisili di sektar TKP.
Menurut seorang petugas pemadaman kebakaran Pemkot Palu, kurun beberapa hari terakhir ini sejumlah rumah di ibukota Provinsi Sulteng terbakar.
Kebakaran paling besar terjadi di kawasan PIT (Pasar Induk Tradisional) Masomba Palu pada Jumat (16/10). Sebanyak 800 kios dan los pasar, serta puluhan rumah penduduk di kawasan pasar itu musnah terbakar.
"Tidak ada korban jiwa alam kebakaran itu, kecuali kerugian material mencapai miliaran rupiah," kata petugas yang enggan disebut namanya itu.(*un)

















