berita2.com (Gorontalo): Ketua Komisi B DPRD Kota Gorontalo, Muhajir Abdullah mengharapkan agar pemerintah atau Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (KemenESDM) untuk melakukan evaluasi kinerja pihak ke tiga (konsultan, red) yang dipercayakan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pengalihan minyak tanah ke gas elpiji (LPG) di Kota Gorontalo.
"Ini terkait dari 35 ribu Kepala Keluarga (KK) yang diprioritaskan untuk didata, baru berkisar 10 ribu KK yang dirampungkan. "kata Muhajir Abdullah, Senin 27 Desember 2010.
Dia menilai, perusahaan konsultan yang saat ini melakukan tahapan sosialisasi, edukasi dan pendataan sangat tidak maksimal. Terbukti banyaknya penolakan masyarakat kota untuk rencana pengalihan minyak tanah ke gas elpiji.
"Beberapa bulan lalu KemenESDM menugaskan beberapa perusahaan konsultan untuk melakukan beberapa tahapan konversi mitan kegas elpiji, walhasil masih belum diterima sepenuhnya masyarakat kota, "jelas Muhajir Abdullah.
Sebelumnya, pemerintah pusat sangat optimis penerapannya akan sukses di kota Gorontalo, namun kenyataan dilapangan program konversi Minyak Tanah ke LPG menjadi fenomena dimasyarakat. "Saya melihat saat pendataan di kota Gorontalo banyak kendala, terutama masyarakat belum mengetahui pesan pentingnya program konversi, "ungkapnya.
Dia berpendapat seharusnya tahap pertama yang dilakukan konsultan yakni edukasi, ini dimaksud agar saat dilakukan pendataan tidak terjadi penolakan. "Jadi saya berharap konversi mitan keLPG dievaluasi ulang, "usulnya.
Menurutnya, suskses tidaknya program konversi di kota Gorontalo tergantung sosialisasi yang dilakukan pihak konsultan kemasyarakat.(Rahmat Nur)