berita2.com (Gorontalo): Pemerintah Provinsi Gorontalo pada tahun 2011 akan kembali dipercayakan sebagai tempat digelarnya pertemuan 33 negara sedunia yang membahas persoalan pertanian jagung. Namun kesiapan sarana jalan Nasional diakui Kepala Sub Bidang Bina Marga, Ir H Benyamin Hadju MM perlu pembenahan.
Pada tahun 2010 pemerintah provinsi Gorontalo menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk perbaikan jalan Nasional berkisar Rp 142 milyar. Sedangkan pada untuk tahun 2011 Gorontalo kembali membutuhkan dana perbaikan jalan Nasional berkisar Rp 236 Milyar.
“Besaran dana itu telah diusulkan melalui Kementerian PU dan Kemenkesra RI,“ kata Benjamin, Rabu 22/12 Desember 2010
Dia mengakui dana perbaikan jalan di tahun sebelumnya sangat minim. Karena itu pihaknya saat ini telah melakukan lobi kepusat. “Pak Gubernur telah memerintahkan kami untuk melakukan lobi-lobi dana kesemua kementerian,“ ungkap Benjamin
Sementara jalan yang diprioritaskan untuk dirampungkan di 2011 yakni jalan by pass dengan anggaran berkisar 34 milyar yang diharapkan diperoleh dari kementerian PU.
“Jalan internal masuk skal prioritas karena dalam waktu dekat 33 negara akan hadir dalam acara pembahasan jangung sedunia di Gorontalo,“ jelasnya.
Selain itu, melalui kemenkesra dan dana bantuan bencana alam diusulkan masing-masing berkisar Rp 60 milyar dan Rp 38 milyar. “Itu akan kita intensifkan lobinya.”ungkapnya.
Sebelumnya, pada masa rises DPRD Provinsi Gorontalo melalui dapil Kota dan Kabupaten Bonebolango melakukan pertemuan bersama Walikota Gorontalo dan dinas PU provinsi. Dalam pertemuan itu membahas aspirasi masyarakat dan perbaikan jalan Nasional, provinsi yang ada dikota. (gor)