Gorontalo, (berita2.com) : Puluhan nelayan di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo mengamuk di tempat pelelangan ikan (TPI), Kamis malam.
Para nelayan itu menumpahkan puluhan ton ikan di jalan raya sebagai wujud protes terhadap para pedagang dari luar daerah seperti Gorontalo Utara, Bitung, dan bahkan Sulawesi Tengah.
"Dua bulan terakhir pasokan ikan dari luar daerah masuk ke TPI ini, sehingga menyebabkan harga ikan anjlok," kata salah seorang nelayan setempat, Muhlis Idrus.
Menurut dia, harga ikan seperti cakalang yang sebelumnya Rp10.000 per kilogram anjlok hingga menjadi Rp6.000 per kilogram, karena masyarakat kecewa dengan kualitas ikan yang dijual di TPI setempat.
"Jarang yang mau beli ikan di sini karena ikan-ikan dari luar daerah kondisinya sudah rusak, dan terpaksa seluruh pedagang di tempat ini harus banting harga," katanya.
Para nelayan juga menyatakan kecewa dengan Pemerintah Kota Gorontalo yang dinilai tidak tegas dalam melaksanakan kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat antara nelayan setempat, pedagang dari luar daerah serta pemerintah.
Sebelumnya pemerintah mengizinkan masuknya ikan dari luar Kota Gorontalo dengan syarat pasokan ikan di TPI setempat berkurang, membayar pajak 30 persen, serta kualitas ikan masih layak jual.
Aksi para nelayan reda ketika sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja turun tangan mengamankan TPI itu.
Kepala Kesbanglinmas Kota Gorontalo Dedy Kadulah mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat bersama nelayan untuk membahas masalah tersebut.(*un)































