berita2.com (Gorontalo): Program pemerintah mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai beberapa kalangan dapat mengatasi persoalan pelaku usaha kecil dan menengah, ternyata masih saja menjadi keluhan para pengusaha lokal yang nota bene masih membutuhkan dana bantuan pengembangan usahanya.
Abdullah, salah seorang pengusaha kasur manual di Kota Gorontalo, mengakui jika KUR merupakan program yang efisien dapat membantu pelaku usaha kecil. Namun dia menilai dana bantuan KUR berkisar Rp 5 juta sangat kecil bagi pengembangan usaha. Selain itu sosialisasinya tidak mengenai semua pelaku usaha lokal. Padahal dia dan beberapa rekan seprofesinya sangat membutuhkan tambahan modal usaha.
Menurutnya, jika pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah (Kemenkop-ukm) ingin membantu pengembangan produk usaha lokal dan para pelaku usahanya, sebaiknya besaran dana yag dikucurkan berkisar 10 hingga 25 juta.
"Kasur buatan Gorontalo yang saya tekuni merupakan warisan keluarga. Pemasaranya sudah memasuki Sulawesi Utara dan Ternate. Seperti halnya kasur kerjainan tangan buatan kota Palembang, Kasur lokal Gorontalo memiliki keunikan. Saat ini kami mempekerjakan 5 sampai 11 orang tergantung pesanan dan kami memproduksi tiga macam jenis kasur, standar, sedang dan elit, "Kata Abdullah Minggu, (21/11/2010)
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Gorontalo Muhajir Abdullah juga berharap agar pihak Kementerian UMKM dan pihak Perbankan sebagai penyalur KUR untuk lebih bisa mendengarkan keluhan pelaku usaha lokal. "KUR ini program yang sangat baik dan diakui jika kedepan dapat mengurangi beban para pelaku usaha, "Jelas Muhajir Abdullah.(Rahmad Nur)


















