berita2.com (Gorontalo): Kerusakan jaringan komunikasi server yang terjadi di mesin ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Gorontalo, kembali dikeluhkan salah seorang nasabah BRI yang hendak melakukan penarikan di mesin ATM BRI.
Sumarlin D, seorang nasabah BRI menceritakan sudah berulang kali dia mengalami transaksi gagal saat melakukan penarikan tunai di ATM BRI unit Limboto. Dia mengaku kejadian itu telah diadukannya melalui BRI unit Limboto tanggal 23 September.
Namun hingga memasuki dua minggu belum ada informasi kejelasan. Sementara menurut Ramli Isa, karyawan BRI Cabang Gorontalo yang membidangi Dana Jasa, Selasa, (26/10/2010) diruang kerjanya, kejadian itu sudah sering terjadi.
Bahkan dia mengakui sudah 20 nasabah yang melaporkan pengaduan dengan kejadian yang sama. Penyebab kejadian itu kata Ramli, bisa disebabkan kerusakan atau gangguan jaringan komunikasi diserver penyambung ATM. Saat ini kata Ramli pihak BRI Gorontalo sudah mengirimkan informasi kerusakan jaringan ATM ke BRI pusat dan pihak BRI pusat sudah melayangkan komplain ke PT Telkom pusat. Sebab untuk jaringan komunikasi server ATM yang digunakan BRI merupakan milik PT Telkom yakni, Selindo.
"Aduan para nasabah itu telah kita buatkan resi pengaduan, nantinya data itu kita kirim kepusat dan untuk salah seorang nasabah yang baru mengadu akan kami bantu untuk menyelesaikan. Hanya kami butuh informasi jelas kronologisnya, "ungkapnya.
Menurutnya, jika para nasabah yang hendak melakukan penarikan melalui ATM sebaiknya memperhatikan beberapa syarat diantaranya, pastikan mesin ATM dalam keadaan stabil atau posisi semula. Kemudian jika dalam penarikan dana, mesin ATM terjadi transaksi gagal maka pastikan ATM dan dana yang akan ditarik dalam keadaan posisi semula. Hal ini kata Ramli, untuk menjaga jika terjadi gangguan jaringan.
"Bisa jadi transaksi sudah jalan karena itu print out keluar atau dalam print out tertera kalimat 'rekening anda tidak terdebit,' itu semua harus diantisipasi, "jelasnya.(RN)