berita2.com (Gorontalo): Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Gorontalo, R Moh Agus R Kusnandar menyatakan, kesiapannya menurunkan basis massanya menyambut peringatan Hari Listrik Nasional pada 27 Oktober 2010.
Massa yang diperkirakan berkisar 300 orang itu kata Agus, terbagi dari berbagai elemen, diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat dan Mahasiswa serta para masyarakat konsumen listrik.
"Kami akan menuntut pengembalian dana selisih konsumen berkisar Rp 3 - 4 Milyar. Rencana aksi ini juga kami sudah laporkan ke pihak kepolisian daerah Gorontalo dan YLKI sendiri mengkordinir elemen basis massanya yakni teater kepompong sedangkan elemen lainya masing-masing memiliki kordinator lapangan, "Kata Agus Minggu (24/10/2010) di kantornya.
Selain itu dia juga menilai kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Gorontalo tidak maksimal. Ini dia buktikan dengan tidak komparatif-nya pihak PLN dalam menangani keluhan konsumen listrik Gorontalo.
"Ada banyak keluhan konsumen yang masuk ke YLKI masalah listrik dan itu semua harus kita sahuti, "jelasnya. Dia juga menjelaskan, persoalan dana selisih konsumen berkisar 3-4 Milyar itu sebelumnya sudah dipertanyakan ke pihak Asosiasi Kontraktor listrikan Indonesia (AKLI) Gorontalo, akan tetapi kata Agus pihak AKLI tidak meresponnya.
"YLIKI sudah menyurati pihak AKLI tapi tidak ada jawaban jelas dan kami masih mengumpulkan data untuk mengajukan laporan ke pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo, "Tegasnya. (Rahmat Nur)