Manado, (berita2.com) : Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih minim infrastruktur penunjang kepariwisataan, sehingga banyak wisatawan mancanegara dan domestik mengeluhkan hal tersebut.
"Pemerintah daerah perlu memikirkan solusi terbaik mengatasi persoalan tersebut, karena Sulut sudah masuk destinasi tujuan wisata setelah Provinsi Bali dan daerah lain," kata anggota DPRD Sulut, Netty Pantouw, di Manado, Rabu.
Akses pembangunan fisik yang menghubungkan ke objek-objek wisata seperti jalan, dermaga hingga sosialisasi atau promosi kurang optimal dan menggeliat.
Padahal Sulut memiliki 423 objek wisata tersebar di kabupaten dan kota, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Jika memang dalam APBD setiap tahun dananya minim, pemerintah daerah harus mampu membuka terobosan dengan menggandeng investor luar negeri maupun dalam negeri untuk kelolah pariwisatanya," katanya.
Pariwisata paling menonjol di Sulut yakni kebaharian, karena memiliki potensi dan sumber daya alam besar terbentang di bagian utara Indonesia.
Pantai Bunaken yang sebentar lagi dijadikan `World Natural Haritage` masih menjadi ikon Indonesia dimata internasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Sulut, Boyke Rompas mengatakan, bahwa daerah itu memiliki 423 objek wisata, dengan pengelolaan terbesar di kabupaten dan kota.
"Pemprov Sulut hanya menjadi fasilitator dan motivator bagi pengembangan pariwisata, dengan mempromosikan hingga ke mancanegara, sementara kabupaten dan kota sebagai pengelolah sekaligus peroleh devisa, "katanya.(*un)