Gorontalo, (berita2.com) : Pemerintah Kota Gorontalo akhirnya menutup salah satu arena permainan biliard yang cukup besar dan terkenal di kota itu.
Penutupan tersebut terkait dengan adanya aktivitas yang mengarah pada kegiatan maksiat dalam arena biliard yang bernama Q-Zone itu, kata Wali Kota Gorontalo Adhan Dhambea, Senin (9/11).
Ia mengatakan, penutupan tempat olah raga itu juga karena telah meresahkan masyarakat.
"Izinnya memang hanya sebagai sarana biliard, tapi setelah ditelusuri, pemilik Q Zone justru memanfaatkanya menjadi tempat hiburan malam, lengkap dengan pub serta menjual minuman beralkohol," katanya.
Penutupan arena biliard terbesar di Gorontalo itu, kata Adhan, juga merupakan bagian dari penertiban tempat-tempat usaha agar sesuai dengan perizinan yang dimiliki.
Menurutnya, tindakan tegas ini sekaligus menjadi peringatan bagi setiap pelaku usaha yang coba-coba menyalahgunakan izin yang diberikan.
"Kami akan terus menggelar operasi dan segera menindak pelaku usaha yang menyalahgunakan izinnya," ujarnya.
Dirinya juga meminta masyarakat agar melaporkan tempat-tempat usaha yang melenceng dari izin yang diberikan, terutama yang dimanfaatkan sebagai ajang maksiat.
"Jangan takut untuk melapor, dan tentunya laporan masyarakat akan kami cek lagi di lapangan, jadi tidak ada kata sembarang menutup tempat usaha," katanya.(*un)


















