Palu, (berita2.com): Kebakaran hutan berpotensi besar terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorlogi bandara Mutiara Palu, Aschadi SR, Selasa(03/11).
Ia mengatakan, berdasarkan hasil foto satelit NOAA 18, terlihat sekitar 24 titik api yang berpeluang besar menimbulkan kebakaran hutan di hampir seluruh wilayah Sulteng.
Menurut dia, paling banyak titik api terlihat di Kabupaten Morowali, daerah yang terletak paling Tenggara Sulteng dengan tujuh titik, menyusul Banggai Kepulauan (Bangkep) lima titik, Poso empat titi, Buol dua, dan Tolitoli satu titik api.
Titik-titik api tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah setempat, karena bisa menimbulkan kebakaran hutan seperti yang melanda sejumlah provinsi di luar Sulteng.
"Pemerintah dan masyarakat setempat perlu mewaspadainya agar tidak menimbulkan kebakaran hutan seperti yang terjadi di daerah lainnya di tanah air," katanya.
Apalagi, kata dia, wilayah Sulteng saat ini telah mulai merasakan dampak El Nino tingkat lemah (weak). Dalam kondisi udara yang panas, sangat mudah terjadinya kebakaran.
Hampir seluruh wilayah di Sulteng saat ini lebih banyak panas dari pada hujan. Ada hujan tetapi intensitasnya sangat minim.
Curah hujan di sejumlah wilayah Sulteng selama Oktober hingga memasuki pekan pertama November 2009 rata-rata hanya 12 milimeter (mm).
Sementara kondisi normal curah hujan di wilayah Sulteng sebelumnya sekitar 60 mm.
Ia juga mengakui bahwa suhu udara di Palu, ibu kota Provinsi Sulteng kurun dua hari terakhir ini cukup panas. Suhu udara berkisar 36 sampai 37 derajat celsius.(*ek)