Gorontalo (berita2.com) : Sejumlah masyarakat yang berada di Kota Gorontalo, memepertanyakan pemadaman listrik yang tidak sesuai jadwal. Risna Kadir, salah seorang warga Kelurahan Buladu Kecamatan Kota Barat, mengatakan, bahwa pemadaman listrik yang kembali dilskukan pihak PLN Gorontalo, meresahkan masyarakat sebab tidak sesuai jadwal yang ditentukan. " Kami masih mempertanyakan pemadaman listrik yang tidak sesuai jadwal, dilakukan hampir setiap waktu," kata Risna, Selasa (20/10).
Dia menjelaskan, bahwa terhitung sejak hari Minggu kemarin, sudah sembilan kali terjadi pemadaman listrik di siang hari, dan tidak mengenal waktu lagi. Menurut dia, sebaiknya pemadaman yang dilakukan PLN cabang Gorontalo, harus diinformasikan terlebih dahulu, jadi tidak ada yang merasa dirugikan. Hal serupa di ungkapkan Sarah Ali, salah seorang Ibu Rumah Tangga (Irt) Kelurahan Buladu, bahwa pemadaman tersebut jelas sangat mengganggu aktifitasnya sehari-hari. " Saya merasa dirugikan dengan pemadaman tersebut, sebab sangat mengganggu aktifitas sehari-hari," kata Sarah.
Dia mengakui bahwa beberapa waktu lalu Pemerintah telah menghimbau pada pelanggan untuk melakukan penghematan listrik, agar nantinya beban dari PLN tidak semakin besar. Namun itu tidak dapat dilaksanakan oleh pelanggan, sebab pemadaman listrik dilakukan tidak beraturan lagi, bahkan berdampak pada kerusakan sejumlah peralatan elektronik milik warga.
Kepala Cabang PLN Arifin Akuba mengakui bahwa pihaknya sering melakukan pemadaman aliran listrik, sebab untuk menangulangi adanya beban puncak yang meningkat pada waktu tertentu.
Selain itu, mesin pembangkit listrik yang dimiliki PLN Gorontalo, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena sering mengalami kerusakan.(*un)


















