berita2.com (Kupang, NTT): DPRD Provinsi NusaTenggara Timur (NTT), meminta pemerintah untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila. Hal itu didasari pada persoalan utama dan mendasar yakni lemahnya komitmen penegakan nilai-nilai Pancasila dikalangan penyelenggara negara,
Hal tersebut disampaikan amggota Komisi C DPRD NTT, John Th.B;egur, kepada wartawan di Kupang, Senin (6/6/2011), menanggapi keinginan berbagai kalangan untuk kembali menegakkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Blegur, sikap pemerintah yang cenderung pasif, dan hanya memberi respon dalam bentuk statemen belaka atas berbagai tindakan anarkisme terhadap ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan berkeagamaan dan berkepercayaan.
”Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, diperlukan kesadaran kolektif sebagai prasyarat dan modal utama untuk dapat melihat secara utuh Pancasila sebagai tata nilai yang menjadi landasan fundamental bangsa Indonesia dalam membangun kerukunan, keharmonisan, keadilan, dan kesejahteraan di antara sesama warga bangsa,” katanya.
Dia mengatakan, pengamalan dan pemahaman Pancasila sebagai ideologi negara membutuhkan proses radikalisasi agar Pancasila lebih operasional dalam kehidupan dan ketatanegaraan. Pancasila yang semula hanya melayani kepentingan vertikal atau negara, menjadi Pancasila yang melayani kepentingan horisontal atau masyarakat.
Dia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila berupa pengendalian diri, mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat, keadilan sosial, Ketuhanan Yang Maha Esa, semestinya terus dihidupkan di sekolah-sekolah.
Dia menuturkan nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila perlu diejawantahkan dalam kehidupan rakyat Indonesia. Lihat saja, betapa kagumnya Presiden Amerika Obama, terhadap nilai-nila Pancasila, yang menjadi falsafah atau pandangan hidup bangsa ini.
“Persoalan sosial yang sering timbul di negeri ini, selama ini, karena Pancalila sudah mulai diabaikan dan nilai- nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak lagi dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. .
Kata dia, pada zaman sewaktu masih ada penataran P4, Pancasila begitu mengakar di masyarakat. Saat ini Pancasila telah dilupakan. Oleh karena itu diharapkan agar nilai-nilai Pancasila dihidupkan kembali mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
“Kalau ini mendapat respon positif maka persoalan sosial tidak akan terjadi seperti sekarang ini,” tukas politisi dariPartai Golkar ini.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya