berita2.com (Atambua, NTT): Pemerintah Daerah (Pemda) Belu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Belu sejak pekan lalu telah melakukan menormalisasikan jalur jalan yang telah longsor di wilayah Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan akibat penambangan mangan secara besar-besaran, serta dana pengerjaan jalan tersebut diambil dari sebagian dana penyesuaian APBN 2011.
Pemerintah bersama masyarakat di dua kecamatan tersebut sangat merespon positif langkah cepat dari pemda itu. Camat Lamaknen Selatan, Drs. Hilarius Luan, menyampaikan hal ini ketika dihubungi berita2.com di Atambua, Rabu kemarin
Luan ditanyai soal langkah yang sudah diambil pasca putusnya jalan di wilayah Lamaknen dan Lamaknen Selatan akibat hujan yang mengguyur wilayah itu beberapa bulan lalu. Hilarius menjelaskan, longsoran yang terjadi di wilayahnya beberapa waktu lalu menyebabkan arus transportasi, khususnya roda empat, ke wilayah perbatasan macet total. Warga yang hendak ke Atambua hanya bisa mengandalkan kendaraan roda dua.
Namun sejak pekan lalu Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas PU dan Perumahan sudah melakukan upaya normalisasi dengan memperbaiki beberapa titik longsoran.
“Sejak minggu lalu alat berat sudah dikerahkan ke Lamaknen Selatan dan saat ini sudah mulai dikerjakan. Saya sudah memantau beberapa titik di Desa Duarato sudah mulai dikerjakan, dan diharapkan bisa lanjut hingga ke Kewar. Sementara ini ada beberapa jalur jalan alternatif bisa dilewati. Kita berterima kasih kepada Pemda Belu yang mengambil langkah menggunakan dana penyesuaian dari APBN 2011 untuk menormalisasikan jalan di wilayah ini,” kata Hilarius. (Felix Ali)