berita2.com (Kupang-NTT): Pemerintah Kabupaten Ende,Flores,Nusa Tenggara Timur (TTT) telah menerima tawaran dari tiga perusahan yang menyatakan niatnya untuk mengevakuasi rongsokan KM Nusa Damai yang tenggelam di Kolam Labuh Pelabuhan Ippi-Ende, sejak 24 Oktober 2004 lalu.
“Sudah cukup lama aktivitas di pelabuhan itu terhenti, karena masalah itu. Makanya kami menginginkan perusahaan yang siap mengevakusasi bangkai kapal benar-benar serius,” kata Bupati Ende, Don Bosco M.Wangge di Kupang, Jumad (27/5/2011).
Menurut Bupati Wangge, pemerintah kabupaten Enmde berharap perusahan – perusahan tersebut benar-benar perusahaan yang memiliki kualifikasi profesional sehingga proses evakuasi bangkai kapal dapat berlangsung dengan baik
Bupati Wangge mengatakan, terkait dengan evakuasi KM Nusa Damai dipastikan pekan depan ada tiga perusahaan datang mempresentasikan rencana kerja mereka untuk proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai.
“Dari tiga perusahaan ini, pemda akan memilih satu perusahaan yang dianggap terbaik untuk evakuasi,” katanya.
Dia menjelaskan, pelaksanaan evakuasi KM Nusa Damai di kolam labuh Ippi-Ende menjadi hal utama yang harus segera dilakukan guna membebaskan kawasan itu dari bangkai kapal. Dengan demikian aktivitas bongkar muat barang dan penumpang bisa kembali normal seperti sebelumnya.
Dia menambahkan. terhentinya aktivitas di kolam Labuh Pelabuhan Ippi-Ende, membuat barang di Kota Ende menjadi sangat mahal dan berpengaruh pada berbagai sektor kehidupan yang ada di Kabupaten Ende.
“Hal itu terjadi karena ongkos angkut yang mahal ketika barang kebutuhan pokok dibongkar di Pelabuhan Maumere, Sikka. Padahal jika barang dibongkar di Ende tentu akan jauh lebih murah,” ujarnya.
Sehubungan proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai, Don Wangge mengaku sangat geram dengan sikap pemilik kapal PT Putra Master yang terkesan tidak bertanggung jawab dengan kapal yang tenggelam di kolam Labuh Ippi-Ende.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya