berita2.com (Atambua, NTT): Upaya yang dilakukan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez patut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Belu. Dimana sepekan berada di Jakarta, Bupati Belu telah berhasil menggaet begitu banyak dana miliaran rupiah yang akan digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Belu.
Setelah menemui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar, Deputi I Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Rabu (25/5/2011) dan Kamis (26/5/2011), Joachim Lopez bertemu dengan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menegpera), Suharso Manoarfa.
Upaya Bupati Belu, bertemu dengan Menpera, Suharso Manoarfa dalam rangka menindaklanjuti janji Presiden SBY ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu setelah menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional di Kupang, Februari 2011 lalu. Saat berkunjung ke Belu, Presiden SBY menjanjikan untuk membangun rumah layak huni bagi rakyat Belu yang tidak memiliki rumah yang layak.
Dalam pertemuan itu, Menpera Suharso Manoarfa menyatakan bahwa apa yang dijanjikan Presiden akan direalisasikan dengan anggaran yang akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011.
Kepada Wartawan, Bupati Belu Joachim Lopez menyampaikan bahwa, untuk tahun anggaran 2011, pemerintah pusat melalui Kemenegpera telah mengalokasikan dana senilai Rp 1,5 miliar sebagai dana stimulan untuk program rehabilitasi dan pembangunan baru rumah bagi masyarakat Belu.
“untuk program rehabilitasi, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 5 juta per kepala keluarga (KK) untuk 100 KK. Sedangkan untuk pembangunan rumah baru nilainya sebesar Rp 10 juta per KK yang diperuntukkan bagi 100 KK. Jadi total untuk rehabilitasi adalah Rp 500 juta, sedangkan bangun baru Rp 1 miliar sehingga jumlah seluruhnya adalah Rp 1,5 miliar. Dana ini penyalurannya bekerjasama dengan koperasi, dan untuk realisasinya sudah ada SK Menteri," jelasnya.
Ia mengatakan, dana stimulan ini merupakan hasil pembahasan tahun 2010 lalu, sehingga untuk menindaklanjuti janji Presiden SBY, Pemkab Belu mengambil inisiatif untuk mengejar bola ke Kemenegpera, dan dari hasil pembicaraan dengan Menegpera, sudah ada kesepakatan untuk mempejuangkan tambahan alokasi anggaran pada APBN-P dengan target pembangunan rumah baru sebanyak 4000 unit.
"Saya katakan mengejar bola, bukan menjemput bola karena yang kita kejar adalah janji Bapak Presiden ketika berkunjung ke Belu. Dan kita bersyukur sudah ada respons positif untuk penambahan rumah baru dengan alokasi anggaran yang diperjuangkan lewat APBN-P. Target kita, 4000 rumah baru bisa dibangun dari APBN-P dalam tahun ini juga," kata Joachim Lopez yang Kamis (26/5) kemarin didampingi Kepala Bappeda Belu, drg. Valens Parera.
Terkait dengan perjuangan ini, Bupati Joachim Lopez mengimbau kepada masyarakat Belu agar tidak mempercayai janji-janji dari oknum atau LSM di Belu yang menyatakan akan membangun rumah layak huni bagi rakyat. "Saya himbau masyarakat untuk tidak percaya, itu isu menyesatkan. Kemudian, kalau ada oknum yang datang ke masyarakat untuk minta uang atau ke pengusaha dengan jaminan akan mengatur pekerjaan, supaya jangan dipercaya.
Semua itu bohong, dan kalau ada masyarakat atau pengusaha yang dirugikan supaya melapor ke pihak berwajib. Agar masyarakat tahu bahwa yang akan membangun perumahan layak huni bagi masyarakat adalah pemerintah, bukan oknum atau LSM pembohong," tegas Joachim Lopez.
Joachim mengungkapkan, rumah layak huni yang akan dibangun pemerintah itu bertipe 36, dan merupakan rumah ramah lingkungan.
Karena itu, lanjut Joachim Lopez, bahan baku yang akan digunakan dalam proses pembangunan itupun harus ramah lingkungan, sehingga ketika bertemu Menegpera, dirinya disarankan untuk meninjau rumah contoh ramah lingkungan yang dikembangkan PT. Cipta Niaga Internasional di Serang Timur, Provinsi Banten.
"4000 rumah itu akan dibangun tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Belu. Karena itu, kalau mengharapkan bahan baku dari daerah tentu tidak mungkin, jangan sampai hutan di Belu habis karena diambil untuk bahan baku rumah. Karena itu, kami disarankan Menpera untuk meninjau langsung model rumah ramah lingkungan dengan harapan bisa dijadikan model rumah layak huni di Belu," katanya dalam perjalanan menuju Serang, Banten, kemarin.
Selain membicarakan pembangunan rumah layak huni untuk rakyat, Menpera, Suharso Manoarfa kata Joachim Lopez, juga telah memprogramkan untuk membangun 80 unit rumah bagi pejabat negara di wilayah perbatasan negara.
Untuk tahun ini, kata Joachim, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran senilai Rp 3,2 miliar untuk membangun 80 unit rumah semi parmanen di dua kecamatan, yakni kecamatan Raihat dan Tasifeto Timur. "Masing-masing kecamatan dibangun 40 unit rumah tipe 36 dengan nilai per unit sebesar Rp 40 juta. Rumah ini nantinya digunakan pejabat di kecamatan, seperti camat, sekcam, dan PNS yang bertugas di wilayah perbatasan," jelasnya.
Ia menyebutkan, pemilihan dua kecamatan ini karena keduanya merupakan kecamatan di wilayah perbatasan, yang merupakan pintu masuk dari Timor Leste ke Indonesia. "Kecamatan Raihat masuk pintu Pos Lintas Batas (PLB) II di Turiskain dan kecamatan Tasifeto Timur merupakan pintu PLB I di Mota'ain," ungkapnya.
Tekait dengan hal ini, Joachim Lopez mengatakan, untuk 2011 pemerintah hanya mengalokasikan untuk dua kecamatan, sementara tujuh kecamatan lainnya yang berada di wilayah perbatasan akan dibangun bertahap hingga tahun 2014. "Ini program pemerintah pusat untuk mendukung penyediaan fasilitas pemerintah di wilayah perbatasan. Karena itu, kita berharap, hingga tahun 2014, sembilan kecamatan di wilayah perbatasan RI (Belu)-Timor Leste sudah dibangun rumah bagi pejabat negara," urainya.
Dikatakannya, program perumahan bagi pejabat negara di wilayah perbatasan ini semata-mata untuk memberi rasa betah dan juga mendukung kinerja aparatur pemerintah yang bertugas di wilayah perbatasan.
Bupati Belu, Joachim Lopez bersama Kepala Bappeda, Valens Parera didampingi Deputi Bidang Pengembangan Kawasan, Kemenegpera, Hazaddin dan sejumlah staf mengunjungi pabrik baja dan dinding semen pabrikasi milik PT. Cipta Niaga Internasional di Serang Timur, Provinsi Banten.
Di lokasi ini, Bupati Belu, Joachim Lopez ditunjukkan rumah layak huni ramah lingkungan yang pembangunannya tak memakan biaya besar. Tujuan kehadiran Bupati Belu, Joachim Lopez dan staf di lokasi ini adalah untuk melihat langsung model/tipe dan kualitas bangunan yang direncanakan akan dibangun untuk rakyat Kabupaten Belu.
Bupati Belu, Joachim Lopez tak hanya melihat model dan konstruksi rumah yang terbuat dari baja ringan dan semen pabrikasi, namun melihat langsung pabrik pembuatan baja yang dipimpin Ivan Anto sebagai Direktur Utama perusahan tersebut. Kehadiran Bupati Belu, Joachim Lopez dan Deputi Kemenegpera diterima langsung Dirut, Ivan Anto dan Manager Produksi, Taman Faisal.
Joachim Lopez kepada koran ini usai meninjau rumah contoh dan pabrik baja tersebut, mengaku tertarik dengan model/tipe rumah termasuk kualitas bahan baku tersebut. "Saya lihat modelnya, kualitas bahan bakunya bagus, dan hasilnya juga rapi. Cocok untuk masyarakat Belu, dan untuk kepastiannya nanti kami kembali untuk membahas bersama dulu," pungkasnya. (Felix)