berita2.com (kupang, NTT): Musim pancaroba yang ditandai hujan sporadis dan perubahan angin akan berlangsung sejak April di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga akhir Mei 2011.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana Kupang Purwanto, mengatakan itu di Kupang, Jumat (20/5),
Sebelum terjadi pancaroba, diketahui telah berlangsung fenomena global Lanina, yang sudah terasa sejak April 2010. "Pada musim kemarau 2010 lalu, hampir sebagian wilayah NTT juga terjadi hujan atau kemarau basah, akibat pengaruh fenomena Lanina semakin signifikan pada awal Nopember 2010 lalu," katanya.
Menurut Purwanto, kondisi iklim ini juga disebabkan menguatnya nilai index osilasi selatan dan menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia, khususnya di NTT. "Berdasarkan hasil analisis sementara, sampai Mei 2011, umumnya musim hujan lebih cepat satu sampai tiga dasarian," katanya.
Artinya curah hujan di sebagian besar wilayah NTT, di atas normal dan periodenya lebih panjang dari hitungan normal, sejak awal Mei 2011, sebagian besar daerah di NTT sudah masuk musim kemarau.
Tapi kenyataannya, walaupun pengaruh Lanina makin lemah, hujan terus terjadi karena masih menghangatnya suhu muka laut di perairan NTT, dengan anomali di atas 0,5 derajat celcius dari normalnya.
"Dengan menghangatnya suhu muka laut di perairan NTT, memicu terjadi penguapan air laut yang cukup besar, untuk terbentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan," katanya.
Dengan demikian, katanya, pada musim kemarau pun bisa terjadi hujan, namum intensitas akumulasi tidak digolongkan sebagai musim hujan. Sementara indikator musim pancaroba seperti sekarang, biasanya terjadinya cuaca ekstrim dengan intensitas ringan sampai lebat bersifat lokal dan sporadis.
Selain intensitas hujan yang bersifat lokal dan sporadis, juga terjadi perubahan arah angin dan tekanan udara dipicu oleh kecepatan angin. “Kecepatan angin rata-rata berkisar antara 10-25 km/jam itu juga memicu temparatur udara pada sejumlah daerah berada pada 17-25 derajat celcius dan pada daerah tertentu antara 23-31 derajat celcius, bahkan berdampak pula terhadap kelembaban minimal 65-98 persen sehingga terasa sangat dingin,” katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya