berita2.com (Kupang, NTT): Anggota Komisi X DPR RI, Jefri Riwu Koreh mewacanakan revolusi pendidikan di NTT. Jefri mengatakan itu menanggapi persentase kelulusan UN SLTA yang masih berada di peringkat terakhir secara nasional.
Jefri yang ditemui di Kupang, Kamis 19 Mei 2011, mengatakan reformasi yang dimaksudkannya, yakni manajemen dinas teknis, profesional guru, anggaran, sarana dan prasarana serta SDM.
Dia menjelaskan, manajemen pendidikan perlu dipersiapkan untuk generasi daerah ini 15 tahun mendatang. Untuk anggaran, perlu dipikirkan subsidi bagi anak-anak yang SDM bagus tapi orangtua tak mampu secara ekonomi. Dengan demikian SDM anak-anak itu mampu bersaing secara nasional.
“Saat saya berkunjung ke TTS, saya menemukan anak-anak cerdas tapi tidak sekolah karena orangtua tak mampu secara ekonomi. Saya prihatin sehingga terus memperjuangkan tambahan dana pendidikan untuk subsidi bagi anak-anak yang cerdas itu,” kata Jefri.
Untuk meningkatkan mutu lulusan di NTT, kata Jefri, semua komponen harus duduk bersama dan membicarakannya. Kenyataan di lapangan, masih ada sekolah yang kekurangan guru. Seorang guru dapat mengajar di kelas I, II dan III. Untuk itu semua sekolah perlu dilengkapi jumlah guru yang ideal sesuai dengan kebutuhan.
Jefri juga menyarankan pemerintah daerah selalu memperhatikan kesejahteraan guru, termasuk tunjangan kesejahteraan. Dengan demikian, guru bekerja maksimal sehingga anak-anak dipersiapkan dengan baik dalam mengikuti ujian.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya