berita2.com (Kupant, NTT): Para pelajar Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) di Kota Kupang merayakan kelulusan mereka dengan melakukan aksi mencoret pakaian seragam, Senin (16/5/2011). Selain mencoret seragam dengan cat, mereka juga mewarnai wajah dan rambut mereka.
Pantauan di beberapa titik di Kota Kupang, yakni Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Baru, depan SMAN 2 dan SMKN 6 Kupang, Jalan Ahmad Yani, depan SMKN 2 dan kampus Unwira Kupang, Jalan Cak Doko, depan SMAN 1 Kupang dan Jalan WJ Lalamentik, Depan SMAN 3 Kupang, Jalan Thamrin Oepoi, depan SMAN 5 Kupang dan Jalan Bajawa, depan SMKN 4 Kupang, para siswa ini sangat gembira.
Mereka saling jabatan tangan, berpelukan, melompat dan ada yang menari walau tanpa musik mengespresikan kegembiraan mereka. Beberapa diantara mereka saling mencoret. Ada juga yang memberikan tanda tangan di baju kawan-kawan mereka sebagi kenang-kenangan. Para siswa ini masih terkonsentrasi di depan sekolah masing-masing. Tidak ada aktivitas di sekolah
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Thobias Uly, mengatakan, meskipun NTT menempati urutan terakhir persentase kelulusan UN SMA/SMK tahun ini, namun, hal itu tidak dipersoalkan karena target NTT meningkatkan persentase kelulusan tercapai.
"Memang benar secara nasional NTT berada di urutan terakhir persentase kelulusan SMA/SMK tahun ini. Namun, kita memang tidak menargetkan posisi melainkan peningkatan persentase kelulusan dan hal itu tercapai.Dengan persentase kelulusan 94,43 persen," jelas Thobias Uly kepada wartawan pada kesempatan terpisah.
Uly mengatakan, target utama NTT dalam UN tahun ini adalah meningkatkan persentase kelulusan. Hal itu karena tahun lalu persentase kelulusan UN untuk SMA/SMK hanya 48,04 persen untuk ujian utama dan 89,72 persen saat ujian ulangan.
Karena itu untuk dua kali ujian ini persentase kelulusan mencapai 93,90 persen. "Dibanding tahun ini yang hanya sekali ujian persentasenya lebih baik yakni 94,43 persen. Hasil ini patut kita beri apresiasi kepada semua pihak yang telah berjuang terutama di sekolah-sekolah," katanya.
Kendati demikian Uly juga mengatakan pihaknya memaklumi kalau ada yang mempersoalkan posisi NTT yang menempati urutan terendah persentase kelulusan UN tahun ini. "Kita pahami kalau ada yang mempersoalkan posisi kita dibanding provinsi lain. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk memperbaikinya ke depan," kata Uly.
Hasil gemilang juga diraih dua kabupaten yakni Rote Ndao dan Sumba Tengah yang meraih kelulusan 100 persen. Namun, Uly secara khusus memberi apresiasi untuk Kabupaten Rote Ndao karena tahun lalu juga menempati urutan pertama yakni dengan 81,16 persen. "Rote Ndao kembali mencatat hasil terbaik tahun ini. Hal ini menjadi contoh yang baik bagi daerah lain agar meraih hasil yang terbaik pula," katanya.
Penilaian khusus juga patut diberikan kepada Kabupaten Alor dimana tahun lalu menempati urutan terendah yakni 12,83 persen kelulusan. Namun, tahun ini berhasil meraih 99,76 persen kelulusan atau menempati urutan empat. Demikian halnya dengan Lembata yang tahun lalu hanya 13,06 persen, namun tahun ini mencapai 90,30 persen.
Yang mendapat catatan khusus adalah Kabupaten Ende karena hasilnya tidak berubah dibanding tahun lalu. Tahun ini menempati urutana dua dari bawah dengan perolehan 78,53 persen. Yang mengalami penuruan juga adalah TTU dan TTS. Tahun lalu TTU menempati urutan kedua persentase kelulusan, namun tahun ini turun ke urutan 11.
Sementara TTS turun dari posisi tiga ke delapan. Sesuai rencana, jelas Uly, hari ini, Senin (16/5) hasil UN tiap sekolah akan diumumkan. Sementara itu hasil UN untuk SMP akan diumumkan 5 Juni mendatang. Sementara pengumuman hasil USASBN SD dilaksanakan minggu ketiga Juni.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya