berita2.com (Kupang, NTT): Upaya pemberantasan penyakit malaria di Kota Kupang selain dilakukan dengan pemberian abate dan fogging focus, ada juga program lain yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang. Program itu adalah pembagian kulambu gratis untuk warga Kota Kupang.
Sesuai rencana yang telah ditetapkan bersama, pada Senin pekan depan, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang akan membagikan 10 ribu kulambu untuk semua warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ary Wijana yang ditemui, Jumat (13/5/2011) mengatakan Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Global Fund akan melakukan pembagian kulambu gratis kepada warga Kota Kupang.
"Program pemberantasan penyakit malaria selain dilakukan melalui beberapa program yang ada, program pembagian kulambu juga dilakukan sebagai salah satu program Pemerintah Kota Kupang untuk membasmi penyakit malaria,"jelas Ary Wijana.
Persyaratan-persyatan yang harus dipenuhi oleh para penerima bantuan kulambu gratis ini adalah wanita atau ibu hamil yang mempunyai balita serta rutin mengikuti Posyandu. Fokus utama untuk ibu hamil dan anak-anak, kata Ary Wijana, karena jika keduanya terkena penyakit malaria maka akan sangat fatal dan bisa mengakibatkan kematian.
"Ibu hamil yang terkena malaria akan sangat mempengaruhi janin yang ada dalam tubuh ibu hamil itu. Bayi yang akan mendapatkan kulambu juga harus rutin berkunjung ke Posyandu dan sudah memperoleh imunisasi,"jelasnya Ary Wijana.
Peryaratan pernah ke Posyandu, adalah salah satu peryaratan pelengkap dan pembagian kulambu ini juga akan dibagikan melalui Posyandu. Sesuai rencana, pembagian kulambu gratis itu akan diluncurkan oleh Wali Kota Kupang Daniel Adoe bertempat di Posyandu Cendawan Kelurahan Oesapa.
Usai peluncurannya, selanjutnya semua Posyandu dibawa koordinasi Puskesmas dan Pustu juga akan melakukan pembagian kulambu yang sama. Terkait dengan pembagian melalui Puskemas dan Pustu, karena Puskesmas serta Pustu-lah yang tau persis oknum mana-mana saja yang berhal mendapatkan kulambu gratis.
"Wilayah Kota Kupang adalah salah satu daerah endemik malaria dimana angka penyakit malaria di Kota Kupang sangat tinggi dan penyebarannya merata pada semua kecamatan di Kota Kupang,"jelasnya.
Bantuan 10 ribu kulambu ini memang belum mencukupi, tetapi dengan pembagian kulambu ini adalah salah satu prioritas yang harus dilakukan.Sesuai perkiraan Dinas Kesahatan KOta Kupang, ibu hamil di Kota Kupang ini antara 3000 hingga 4000 orang ibu hamil dalam satu tahun.
"Untuk membasmi penyakit malaria di Kota Kupang selain melakukan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur), fogging focus, pemberian abate serta kulambu, maka Pemerintah Kota Kupang juga tetap menyediakan obat malaria yakni artesunat juga sudah disiapkan,” tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya