berita2.com (Kupang, NTT): Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan pemerintah akan merelokasi korban longsor dan banjir di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pasalnya, lokasi itu tidak bisa ditempati lagi.
"Saya sudah mendapat laporan dari Bupati TTS. Saya minta agar warga direlokasi ke lokasi yang aman," kata Gubernur Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, Jumat (13/5/2011).
Warga yang harus direlokasi terdapat di Desa Hui, Kecamatan Oenino sebanyak 29 kepala keluarga (kk), Desa Ob, Kecamatan Oenino sebanyak 62 kk dan Desa Nenoat, Kecamatan Polen sebanyak 132 kk.
Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten TTS sepekan terakhir ini menyebabkan tiga desa terendam, dan ratusan warga mengungsi. Bahkan, ratusan warga lainnya terancam longsor susulan.
Untuk merelokasi warga tersebut, menurut Frans, pihaknya telah melaporkan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mendapat dukungan dana. "Bencana yang melanda daerah ini telah kita laporkan ke pemerintah pusat," katanya.
Sebelumnya, Bupati TTS, Paul Mella mengatakan untuk rekonstruksi dan relokasi warga yang terkena bencana, pihaknya telah mendapat bantuan dana sebesar Rp150 juta dari BNPB, serta dana tanggap darurat Pemkab TTS sebesar Rp50 juta.
"Dana itu akan digunakan pembangunan infrastruktur jalan dan perumahan bagi korban banjir dan tanah longsor," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya