berita2.com (Kupang, NTT): Sekolah Dasar (SD) Nenoat, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/5/2011) tertimbun longsor. Akibatnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) terganggu.
Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Paul Mella mengatakan, gedung SD itu tertimbun longsor sehingga tidak bisa digunakan untuk melaksanakan ujian termasuk untuk kegiatan belajar-mengajar.
"Ada satu sekolah yang tertimbun longsor sehingga ujian yang digelar terganggu," kata Bupati Mella kepada wartawan di Kupang, Kamis (12/5).
Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama lebih dari satu pekan terakhir. Akibatnya pelaksaan ujian molor beberapa jam.
Untuk memperlancar pelaksanaan ujian nasional itu, menurut Mella, pihaknya telah memindahkan siswa SD itu ke sekolah lainnya sehingga tetap mengikuti ujian.
Peserta ujian di sekolah itu, lanjut Mella, sebanyak 21 orang, dan sudah dipindahkan ke SD GMIT Nenoat yang berlokasi tidak jauh dari sekolah tersebut. Termasuk 231 siswa SD tersebut juga akan menggunakan gedung itu untuk belajar mengajar, karena sekolah mereka tidak bisa digunakan. "Pelaksanaan ujian SD hari kedua berjalan lancar," katanya.
Sementara itu, tiga peserta ujian di SD Negeri Ob, Desa Ob, Kecamatan Oenino tidak ikut ujian hari pertama karena tidak berhasil melewati kali yang sedang banjir.
Namun, pada ujian hari kedua, mereka ikut karena ketinggian banjir di kali yang memisahkan rumah penduduk dengan sekolah mulai surut. "Siswa yang tidak ikut ujian hari pertama, kita akan ikutkan mereka pada ujian susulan," jelasnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya